psikosis

Psikodemia.com – Psikosis adalah kondisi di mana penderitanya mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi. Gejala yang muncul pada penderita psikosis berupa delusi atau waham, dan halusinasi.  Sebagai contoh, penderita psikosis akan memiliki anggapan bahwa dirinya seorang agen rahasia negara namun pada kenyataannya tidak, atau mendengar suara orang berbicara meski tidak ada yang bersuara. Penanganan psikosis dapat dilakukan dengan pemberian obat dan psikoterapi. Jika tidak ditangani dengan tepat dan segera, kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan pasien dalam hidup bersosial. Gejala Psikosis Gejala yang muncul pada…Lanjutkan Membaca “Psikosis Dalam Psikologi”

gangguan jiwa

Psikodemia.com – Penanganan gangguan jiwa dapat dilakukan dengan cara somatoterapi (terapi biologis) dan psikoterapi. Somatoterapi merupakan penanganan terhadap masalah-masalah tingkah laku dengan menggunakan teknik biologi yang meliputi: terapi obat-obatan, psikobedah dan terapi elektrokonvulsif. Asumsi dasar dari penanganan somatoterapi ini adalah gangguan fisiologis menyebabkan gangguan psikologis, dan dengan demikian maka ketika seseorang ditangani secara biologis maka tingkah lakunya akan berubah, penanganan ini biasanya dilakukan oleh psikiater. Sedangkan penanganan psikoterapi merupakan interaksi antara pasien dengan psikolog bertujuan untuk mengidentifikasi pikiran disfungsional yang melatarbelakangi awal munculnya pasien terkena…Lanjutkan Membaca “Penanganan Gangguan Jiwa”

delusi

Psikodemia.com – Menurut American Psychiatric Association (2000), delusi adalah Kepercayaan keliru yang berlandas pada referensi yang tidak sesuai mengenai realitas eksternal yang dipertahankan erat-erat, tidak peduli apapun keyakinan banyak orang dan tidak peduli apapun dasar-dasar dan bukti-bukti nyata tak terbantahkan yang menunjukkan kebalikannya. Orang yang mengalami delusi akan menceritakan suatu cerita dengan sangat yakin walaupun apa yang dia ceritakan sebenarnya tidak pernah terjadi atau hanya terjadi dalam khayalannya. Ia bisa saja terlihat seperti orang normal pada umumnya, hanya saja ia membuat pilihan yang sedikit berbeda…Lanjutkan Membaca “Delusi Dalam Psikologi”

sikap

Psikodemia.com – Sikap adalah kecenderungan, pandangan, pendapat atau pendirian seseorang untuk menilai suatu objek atau persoalan dan bertindak sesuai dengan penilaiannya dengan menyadari perasaan positif dan negatif dalam menghadapi suatu objek (Azwar, 2010). Struktur Sikap Sikap yang ditunjukan seorang individu terhadap objek, mempunyai struktur yang terdiri dari beberapa komponen. Saifudin Azwar (2010) menjelaskan komponen dalam struktur sikap yaitu: Komponen kognitif, yaitu suatu kepercayaan dan pemahaman seorang individu pada suatu objek melalui proses melihat, mendengar dan merasakan. Kepercayaan dan pemahaman yang terbentuk, memberikan informasi dan pengetahuan…Lanjutkan Membaca “Sikap Dalam Psikologi: Definisi Dan Faktor Pengaruh”

psikoterapis

Psikodemia.com – Proses psikoterapi adalah proses interaksi dua orang yang melibatkan terapis dan klien di dalamnya. Keberhasilan psikoterapi salah satunya adalah faktor ketrampilan terapis dalam membina hubungan baik dengan klien, sehingga klien nyaman dan terbuka untuk mengungkapkan masalahnya kepada terapis. Salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh psikoterapis adalah ketrampilan komunikasi baik verbal maupun non verbal. Keterampilan verbal untuk psikoterapis Komunikasi  verbal adalah komunikasi yang dilakukan melalui pesan verbal, yaitu pesan yang berbentuk kata-kata, bicara atau tertulis. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh psikoterapis dalam…Lanjutkan Membaca “Keterampilan Psikoterapis, Komunikasi Verbal dan Non Verbal”

konformitas

Psikodemia.com – Konformitas adalah suatu jenis pengaruh sosial ketika individu mengubah sikap dan tingkah laku agar sesuai dengan norma sosial yang ada. Konformitas didefinisikan sebagai proses penyesuaian diri yang dilakukan oleh individu terhadap norma-norma kelompok (Riggio, 2009). Konformitas juga diartikan sebagai suatu bentuk pengaruh sosial di mana individu mengubah sikap dan tingkah lakunya agar sesuai dengan norma sosial (Baron,2005). Konformitas ditandai dengan tiga hal (Sears, 1985) yaitu : Kekompakan, semakin besar rasa suka anggota yang satu terhadap anggota yang lain, dan semakin besar harapan untuk…Lanjutkan Membaca “Konformitas dalam Psikologi Sosial”

psikoterapi

Psikodemia.com – Psikoterapi menurut Corsini (1995) sebagai suatu proses formal dan interaksi antara dua pihak yang memiliki tujuan untuk memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distress).   Psikoterapi menerapkan berbagai metode klinis dan sikap interpersonal yang didasari oleh informasi yang cukup dan dilakukan secara sengaja, berdasarkan prinsip psikologi dengan maksud membantu orang lain untuk memodifikasi perilaku kognisi, emosi, dan karakteristik ke arah yang diinginkan oleh klien. Tahap-tahap dalam psikoterapi: Wawancara awal Dalam tahap ini terapis menjalin hubungan baik dan kerjasama dengan klien dengan mengemukakan apa yang…Lanjutkan Membaca “Tahapan dalam Psikoterapi”

Psikodemia.com – Psikoterapi adalah penerapan teknik-teknik terapi psikologi oleh seorang psikolog klinis untuk mengatasi permasalahan kepribadian atau perilaku individu sehingga mengalami perubahan ke arah yang lebih konstruktif. Corsini (1995) menyebutkan bahwa psikoterapi adalah suatu proses formal dan interaksi antara dua pihak dengan tujuan memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan atau distress pada salah satu dari kedua pihak karena ketidakmampuan atau malfungsi pada salah satu fungsi dalam domain psikologi, yaitu fungsi kognitif, afektif atau perilaku. Psikoterapi (Wolberg, 1995) disebut sebagai perawatan dengan menggunakan alat-alat psikologik terhadap permasalahan…Lanjutkan Membaca “Klasifikasi Psikoterapi”

Perilaku Prososial dalam Psikologi Sosial

Psikodemia.com – Perilaku prososial menurut Staub (dalam Killen & Smetana, 2006, h. 553) adalah tindakan yang bertujuan untuk menguntungkan orang lain baik secara material maupun non-material. Sedangkan menurut William, perilaku prososial adalah perilaku yang memiliki intensi untuk mengubah keadaan fisik atau psikologis penerima bantuan dari kurang baik menjadi lebih baik, dalam arti secara mental maupun psikologis. Perilaku prososial pada individu Perilaku prososial merupakan hasrat untuk menolong orang lain tanpa memikirkan kepentingan kepentingan sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku prososial meliputi pola asuh orangtua dan peran keluarga…Lanjutkan Membaca “Perilaku Prososial dalam Psikologi Sosial”