Tahapan dalam Psikoterapi

Kategori Terapi
psikoterapi

Psikodemia.com РPsikoterapi menurut Corsini (1995) sebagai suatu proses formal dan interaksi antara dua pihak yang memiliki tujuan untuk memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distress).  

Psikoterapi menerapkan berbagai metode klinis dan sikap interpersonal yang didasari oleh informasi yang cukup dan dilakukan secara sengaja, berdasarkan prinsip psikologi dengan maksud membantu orang lain untuk memodifikasi perilaku kognisi, emosi, dan karakteristik ke arah yang diinginkan oleh klien.

Tahap-tahap dalam psikoterapi:

Wawancara awal

Dalam tahap ini terapis menjalin hubungan baik dan kerjasama dengan klien dengan mengemukakan apa yang akan terjadi selama terapi berlangsung terkait aturan  yang akan dilakukan selama terapi dan kontrak terapeutik (tujuan, harapan, kapan, dimana, lama, keterbatasan, dan lainnya). Dalam tahap ini dilakukan proses penggalian masalah klien terutama pada keluhan yang dirasakan.

Proses terapi

Proses terapi dilakukan dengan mengkaji pengalaman dan perasaan klien hingga timbul keluhan, menerapkan hubungan baik (rapport) antara terapis dan klien.

Pengertian ke tindakan

Terapis bersama klien mengkaji dan mendiskusikan apa yang telah dipelajari klien selama terapi berlangsung, pengetahuan klien akan aplikasinya nanti di perilaku dan kehidupan sehari-hari. Terjadi proses kesimpulan dan kesepakatan tindakan dari klien berdasar pada pertemuan-pertemuan yang sudah dilakukan.

Mengakhiri terapi

Terapi dapat berakhir jika tujuan telah tercapai, klien tidak melanjutkan lagi, atau terapis tidak dapat lagi menolong kliennya (merujuk ke ahli lain). Sebelum sesi terapi berakhir, pada beberapa pertemuan sebelum terapi berakhir, klien diberitahu dan disiapkan untuk menjadi lebih mandiri menghadapi lingkungannya nanti.

Tahapan proses psikoterapi

Menurut Brammer dan Shostrom (1982), psikoterapi dapat dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu:

Membangkitkan minat dan membahas perlunya bantuan pada diri klien

Klien mengemukakan masalahnya. Membuat klien menyatakan keseriusan dan kepedulian terhadap masalahnya dengan mengungkapkan alasan kedatangannya. Beberapa klien datang dengan alasan yang jelas, tetapi sebagian klien tidak punya alasan yang jelas karena tidak merasa memiliki masalah. Klien dengan tipe ini jarang mempunyai komitmen yang kuat untuk menyelesaikan masalahnya dengan tindakan yang serius atau bertanggung jawab.

Membina hubungan

Pada tahap ini, hal yang perlu diperhatikan adalah membangun suatu hubungan yang ditandai oleh adanya kepercayaan klien, atas dasar kejujuran dan keterbukaan.

Menetapkan tujuan konseling dan menjelajahi berbagai alternatif yang ada

Tujuan utama dari tahap ini adalah membahas bersama klien apa yang diinginkannya dalam proses tersebut. klien diajak untuk merumuskan tujuan berkaitan dengan permasalahannya. Klien diajak mendiskusikan prosedur yang akan digunakan untuk mencapai hasil dan bernegosiasi tentang beberapa kesepakatan kerja.

Bekerja dengan masalah dan tujuan

Tujuan pada tahap ini ditentukan oleh masalah klien, pendekatan dan teori yang digunakan terapis, keinginan klien dan gaya komunikasi yang dibangun oleh keduanya. Seringkali diperlukan klarifikasi lebih jauh dalam kasus apapun karena masalah yang ditimbulkan dapat berubah-ubah sejalan dengan diskusi.

Membangkitkan kesadaran klien untuk berubah

Pada tahap ini memungkinkan tumbuhnya kesadaran klien akan dirinya. Kesadaran ini berarti pengetahuan tentang diri sendiri melalui apa yang dilihat, didengar dan apa yang dirasakan seseorang atau mendapat pemahaman baru.

Perencanaan kegiatan atau tindakan

Tujuannya adalah membantu klien untuk menempatkan ide-ide dan kesadaran baru yang ditemukan ke dalam tindakan kehidupan nyata dalam rangka mengaktualisasikan model. Hal ini berarti memungkinkan klien untuk bebas bergerak diantara dua kutub dimensi perasaannya, dengan menggunakan kemampuan kognitifnya tanpa ada campur tangan dari pihak luar, hidup secara harmonis dengan dirinya sendiri dan berfungsi secara efektif dalam dunianya.

Evaluasi hasil dan mengakhiri konseling

Kriteria utama keberhasilan indikator kunci mengakhiri terapi adalah sejauh mana klien telah mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Hal yang harus dipikirkan ahli terapis adalah menilai kemajuan yang dicapai dalam proses psikoterapi.

Referensi:
  1. Brammer, Lawrence M. 1982. Therapeutic Psychology. New Jersey : Prentice Hall, Inc.
  2. Corsini, R. J. & Wedding, D. 1995. Current Psychotherapies. Fifth Ed. Illinois : F.E. Peacock Publishers, Inc.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.