Skala Pengukuran Dalam Penelitan Psikologi

Kategori Penelitian Psikologi
skala pengukuran

Psikodemia.com – Penelitian dalam bidang psikologi, demikian pula dalam bidang-bidang yang lainnya, selalu melibatkan isu tentang skala pengukuran (types of measurement scales).

Penerapan skala pengukuran ini berkenaan dengan isu tentang interpretasi yang dapat diberikan terhadap bilangan-bilangan yang dihasilkan dari suatu pengukuran psikologis, dan legitimasi prosedur matematis tertentu yang diterapkan oleh peneliti dalam suatu pengukuran psikologis.

Misalnya, apakah suatu alat ukur inteligensi setara dengan meteran, dapatkah hasil pengukuran psikologis dianalisis secara sama seperti hasil pengukuran fisik, dsb. Dalam penelitian psikologis (juga dalam penelitian bidang lainnya), terdapat empat skala pengukuran, yakni: nominal, ordinal, interval, dan rasio (Ary, Yacob, & Razavieh, 1985; Baltes, Reese, & Nesselroad, 1988; Gay, 1987; McMillan & Schumacher, 2002).

Berikut adalah penjelasan secara garis besar dari empat skala pengukuran tersebut.

1. Skala nominal

Skala nominal hanya memilahkan obyek atau atribut ke dalam kategori-kategori yang berbeda, seperti: jenis kelamin (laki-perempuan), tingkat pendidikan (dasar, menengah, tinggi), umur (0-6 tahun; 7 – 12 tahun; 13 – 18 tahun); jenis pekerjaan ( pegawai negeri, wiraswasta, BUMN, dsb).

Menurut Elmis, Kantowitz, & Rodriger III (1992), skala nominal memiliki kelemahan dalam arti bahwa kita tak dapat melakukan banyak operasi matematis pada bilangan-bilangan nominal.

2. Skala ordinal

Skala ordinal mengukur perbedaan dalam besaran atau jarak (magnitude) suatu obyek atau atribut. Tipe skala ini dapat kita peroleh jika kita menempatlan obyek atau atribut ke dalam suatu urutan ranking. Misalnya, kita menempatkan siswa-siswa ke dalam suatu urutan ranking atas dasar prestasi hasil belajarnya, urutan ranking kekayaan, sikap prososial, tingkat motivasi, daya tarik, dan sebagainya.

Dapat dikatakan bahwa skala ordinal merupakan :

  1. Pengurutan seperangkat obyek kedalam suatu “ranking” (dari paling atas hingga paling bawah, atau sebaliknya) menurut atribut tertentu;
  2. Tidak ada indikasi berkenaan dengan “seberapa banyak” suatu atribut dimiliki oleh obyek; dan
  3. Tidak ada indikasi mengenai jarak atau perbedaan atribut dari obyek yang diamati/diukur.

3. Skala interval

Dalam skala interval terdapat perbedaan (interval) yang sama dan tegas menyangkut suatu atribut tertentu antara obyek yang satu dengan lainnya.

Jadi dalam skala interval lebih banyak operasi matematis yang dapat dilakukan, seperti menambah, mengurangi, membagi, mengalikan, mencari rata-rata, atau nenemukan simpangan bakunya. Dengan kata lain, skala interval memiliki sifat perbedaan, urutan, dan interval yang sama.

4. Skala rasio

Skala rasio memiliki empat karakteristik pengukuran: perbedaan, jarak, interval sama, dan nol mutlak (Ary, Yacob, & Razavieh, 1985; Baltes, Reese, & Nesselroad, 1988; Gay, 1987; McMillan & Schumacher, 2002). Skala rasio dapat memberikan banyak informasi dan selalu dinilai sebagai bentuk skala yang sangat bermanfaat dalam pengukuran psikologis. Karena skala rasio memiliki nilai nol mutlak (true zero), maka skala ini memungkinkan kita untuk menetapkan rasio dari nilai-nilai skala

Referensi:
  1. Ary, D., Jacobs, L.C., & Razavieh, A. (1985). Introduction to Research in Education. 3 rd. ed. New York: Holt, Rinehart and Winston.
  2. Baltees, P.B., Reese, H.W., & Nesselroads, J.R. (1988). Introduction to research Methods in Life -span Developmental Psychology. New Jersey: Lawrence Erl – baum Associates, Publishers.
  3. Elmes, D.G., Kantowitz, B.H., & Roedriger III, H.L. (1992). Research methods in Psychology. 4th. ed. New York: West publishing Company.
  4. Gay, L.R. (1987). Educational Research. Competencies for Analysis and Ap – plication. 3rd. ed. Colombus: Merrill Publishing Company.
  5. McMillan, J.H., & Schumacher, S. (2001). Research in Education. A Conceptual Introduction. 5th. ed. New York: Long – man.
  6. Marliani, Rosleny. (2010). PENGUKURAN DALAM PENELITIAN PSIKOLOGI. Psympathic, Jurnal Ilmiah Psikologi 2010, Vol. III, No.1: 107 – 120.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.