Psikologi Perkembangan Masa usia lanjut

Kategori Psikologi Perkembangan
Psikologi Perkembangan Masa usia lanjut

Psikodemia.com – Perkembangan masa usia lanjut dimulai saat seseorang memasuki usia 60 tahun (Hurlock,2000). Hurlock juga mengemukakan bahwa usia lanjut dibagi menjadi usia lanjut dini (60-70 tahun) dan usia lanjut akhir (70 keatas). Seseorang yang berada pada masa usia lanjut sering disebut lanjut usia (lansia).

Tahap Perkembangan Masa usia lanjut

Tahap perkembangan pada masa usia lanjut berkaitan dengan perubahan yang diakibatkan oleh penurunan fungsi organ tubuh. Beberapa perubahan yang terjadi pada lansia antara lain penyusutan berat badan dan peningkatan jumlah masa lemak pada bagian tubuh yang kurus, munculnya keriput karena berkurangnya kekencangan kulit, penurunan kemampuan sistem Cardiovascular mengurangi kemampuan hati untuk merespon stress, tulang keropos, sensitivitas mata terhadap warna berkurang karena perkembangan lensa mata, penurunan kemampuan pupil menyebabkan penglihatan menjadi kabur, persepsi pendengaran terhadap frekwensi tinggi berkurang, penurunan performansi intelektual, psikomotor menjadi lambat (Keane,1989).

Penurunan fungsi organ tubuh membuat lansia rentan terhadap penyakit rematik, tekanan darah tinggi, jantung koroner, diabetes mellitus, osteoporosis, dan penyakit lain yang beresiko kematian (Kedaulatan Rakyat, 2005).

Perubahan yang terjadi pada lansia membuat mereka tampak tak berdaya sehingga anggota masyarakat lainnya mengurangi keterlibatan dan tanggung jawab lansia dalam kegiatan di lingkungan sosial maupun lingkungan kerjanya.

Masalah Psikologis pada Lansia

Perlakuan tersebut kadang membuat lansia tidak percaya diri, lansia berpikir bahwa dirinya sudah tidak berguna dan tidak diperlukan lagi. Hal itu dapat menyebakan munculnya beberapa penyakit psikologis berupa stres dan depresi (Keane, 1989).

Tanpa adanya dukungan dari keluarga dan lingkungan untuk mencegah dan menanggulanginya, stres dan depresi dapat mengganggu kemampuan lansia untuk beraktivitas dalam kehidupannya sehari-hari, bahkan dapat menyebabkan kematian pada lansia yang kemampuan merespon stresnya telah menurun.

Seperti yang diprediksikan oleh WHO, stres dan depresi akan menjadi 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian atau menurun drastisnya kualitas kesehatan masyarakat (Kompas, 2005). Kondisi-kondisi fisik lansia pada masa usia lanjut serta pandangan umum yang membuat lansia tampak lemah, tidak berguna dan tidak diperlukan lagi menyebabkan kegelisahan dan anggapan masa usia lanjut sebagai masa yang tidak menyenangkan, masa usia lanjut adalah masa kehilangan (Keane, 1989).

Masa usia lanjut adalah proses akhir dalam tahap pertumbuhan manusia yang berakhir dengan kematian, hal ini kadang menyebabkan lansia takut dalam menjalani masa usia lanjutnya, sehingga lansia tidak tenang dalam menjalani hari tua yang sebenarnya dapat diisi dengan kegiatan yang menyenangkan atau melanjutkan hobi yang

Referensi :
  1. Backer.1982.Death and Dying.Individuals and Institution.Canada : John Wiley and Sons Inc.
  2. Hurlock,E. 1980. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekataan Sepanjang Rentang Kehidupan.Istiwidayanti dan Soedjarwo (pen.). 2000. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  3. Keane,R. 1989. Essential of Clinical geriatrics. Singapura : Mc Graw-Hill.
  4. Papalia. 2002. Adult Development and Aging.Singapura: Mc Graw-Hill.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.