Perilaku Prososial dalam Psikologi Sosial

Kategori Psikologi Sosial
Perilaku Prososial dalam Psikologi Sosial

Psikodemia.com – Perilaku prososial menurut Staub (dalam Killen & Smetana, 2006, h. 553) adalah tindakan yang bertujuan untuk menguntungkan orang lain baik secara material maupun non-material. Sedangkan menurut William, perilaku prososial adalah perilaku yang memiliki intensi untuk mengubah keadaan fisik atau psikologis penerima bantuan dari kurang baik menjadi lebih baik, dalam arti secara mental maupun psikologis.

Perilaku prososial pada individu

Perilaku prososial merupakan hasrat untuk menolong orang lain tanpa memikirkan kepentingan kepentingan sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku prososial meliputi pola asuh orangtua dan peran keluarga sebagai model dan sumber patokan dari perilaku prososial.

Ada tiga ciri-ciri perilaku prososial, yaitu:

  1. Tindakan tersebut berakhir pada dirinya dan tidak menuntut keuntungan pada pihak pemberi bantuan.
  2. Tindakan tersebut dilahirkan secara sukarela.
  3. Tindakan tersebut menghasilkan kebaikan.

Aspek perilaku prososial

Aspek-aspek perilaku prososial (Mussen, dkk, 1989) meliputi:

  1. Berbagi: Kesediaan untuk berbagi perasaan dengan orang lain dalam suasana suka dan duka.
  2. Kerjasama: Kesediaan untuk bekerjasama dengan orang lain demi tercapainya suatu tujuan.
  3. Menolong: Kesediaan untuk menolong orang lain yang sedang berada dalam kesulitan.
  4. Bertindak jujur: Kesediaan untuk melakukan sesuatu seperti apa adanya, tidak berbuat curang.
  5. Berderma:
  6. Kesediaan untuk memberikan sukarela sebagian barang miliknya kepada orang yang membutuhkan.

Sedangkan menurut Bringham (1991) aspek aspek dari perilaku prososial adalah:

  1. Persahabatan; Kesediaan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan orang lain.
  2. Kerjasama;
  3. Kesediaan untuk bekerjasama dengan orang lain demi tercapai suatu tujuan.
  4. Menolong; Kesediaan untuk menolong orang lain yang sedang berada dalam kesulitan.
  5. Bertindak jujur; Kesediaan untuk melakukan sesuatu seperti apa adanya, tidak berbuat curang.
  6. Berderma;
  7. Kesediaan untuk memberikan sukarela sebagian barang miliknya kepada orang yang membutuhkan.
Referensi:
  1. Bringham, J. C. (1991). Social psychology. Edisi 2. New York: Harper Colling Publisher Inc.
  2. Killen, M. & Smetana, J. (2006). Handbook of Moral Development. London : Lawrence Erlbaum Associates, Inc.
  3. Mussen, P. H. Conger, J. J and Kagan, J. (1989). Child development and personality (Fifth Edition). Harper and Row Publishers
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.