Perilaku Berkendara Tidak Aman Menurut Psikologi

Kategori Psikologi Abnormal
perilaku berkendara tidak aman

Psikodemia.com – Parker (2012) menjelaskan definisi dari perilaku berkendara tidak aman adalah suatu perilaku berbahaya dalam mengemudi yang dilakukan oleh pengemudi kendaraan dan memungkinkan untuk terlibat dalam kecelakaan, dapat mengakibatkan cedera fatal bagi dirinya, penumpang, ataupun pengguna jalan lain seperti pejalan kaki, pengemudi lain, ataupun penumpang di dalam kendaraan lain.

Sedangkan Perilaku berkendara tidak aman menurut Huang (2014) adalah cara seseorang mengemudi dengan mengabaikan hal-hal seperti menggunakan seat belt/ helm, mengemudi dalam keadaan mengantuk, sering menggunakan telepon selular saat berkendara, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, dan mengemudi dengan agresif.

Jafarpour dan Movaghar (2014) menyatakan bahwa perilaku berkendara tidak aman adalah suatu bentuk ketidaksopanan dalam berkendara dan kenyataannya dapat membahayakan atau setidaknya memiliki potensi untuk menempatkan pengemudi atau orang lain dalam keadaan bahaya.

Perilaku berkendara tidak aman itu merupakan masalah pada mengemudi yang meliputi perilaku mengemudi, aspek-aspek seperti hal kecepatan (Chen & Chen, 2011), minum minuman beralkohol, melanggar aturan lalu lintas dan kemampuan dalam mengemudi (Nabi et al., 2004).

Beberapa pola berkendara tidak aman juga meliputi membuntuti (tailgating), menyalip kendaraan lain dengan tidak memperhatikan jarak, serta penggunaan lajur jalan yang tidak tepat.

Faktor yang mempengaruhi perilaku berkendara tidak aman

Fernandez, Job dan Hatfield (2007) menyatakan bahwa perilaku berkendara tidak aman dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

Sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control

Penelitian yang dilakukan oleh Tunnicliff dan rekan-rekannya (2012) menggunakan TPB sebagai teori acuan untuk mengukur perilaku mengemudi, sikap dan perceived behavior control merupakan salah satu komponen TPB yang memiliki pengaruh terhadap perilaku mengemudi, begitupun Ajzen (1991) mengemukakan bahwa sikap individu akan berpengaruh pada perilakunya.

Sensation seeking atau pencarian sensasi

Suatu trait yang menjelaskan tentang pencarian individu terhadap pengalaman baru dan cenderung untuk bersedia mengambil resiko yang mungkin akan terjadi.

Agresi

Tingkat agresivitas pada remaja atau individu dengan usia 18 tahun keatas diketahui menjadi faktor yang memungkinkan untuk berperilaku berkendara tidak aman.

Usia

Pengemudi atau pengendara kendaraan bermotor rentan mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh cara mengemudi yang tidak aman biasa dialami oleh usia remaja yang menuju jenjang dewasa dikarenakan mereka seringkali berkendara dengan cepat (mengebut), membuntuti kendaraan lain, lebih sering mengambil resiko dengan cara menyalip atau menyelip kendaraan lain.

Jenis kelamin

Adanya perbedaan jenis kelamin individu juga menentukan adanya kecenderunggan perilaku mengemudi yang berbeda.

Daya saing

Daya saing dihipotesiskan untuk mengevaluasi perilaku individu atau hal-hal yang terlibat dengan perilaku dengan melihat perlombaan di antara individu.

Tipe Kepribadian (openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism)

Arthur dan Doverspike (dalam Fernandez et al., 2007) menyatakan bahwa tingkat kecelakaan dan perilaku berkendara tidak aman berkorelasi secara signifikan dengan komponen big five personality.

Penghematan waktu

Individu sering melanggar ataupun mengemudi secara tidak aman karena mempertimbangkan efisiensi waktu.

Referensi:
  1. Chen, C.F., & Chen, C.W. (2011). Speeding for fun? Exploring the speeding behavior of riders of heavy motorcycles using the theory of planned behavior and psychological flow theory. Accident Analysis and Prevention, 43, 983-990. doi: 10.1016/j.aap.2010.11.025.
  2. Fernandez, R., Job, R.F.S., & Hatfield, J. (2007). A challenge to the assumed generalizability of prediction and countermeasure for risky driving : Different factors predict different risky driving behaviors. Journal of Safety Research, 38, 59 – 70. doi :10.1016/j.jsr.2006.09.003.
  3. Huang, Y. (2014). Analysis of risky and aggressive driving behavior among adult Iowans. Graduate Theses and Dissertations. USA : Iowa State University.
  4. Jafarpour, S., & Movaghar, V.R. (2014). Determinants of risky driving behavior : A narrative review. Medical Journal of The Islamic Republic of Iran, 28, 142.
  5. Nabi, H.,et.al. (2004). Type A behavior pattern, risky driving behaviors, and serious road traffic accidents : A prospective study of the GAZEL cohort. American Journal of Epidemiology, 161, 9.doi : 10.1093/aje/kwi110.
  6. Parker, B.S. (2012). A Comprehensive investigation of the risky driving behavior of young novice drivers. Queensland: Queensland University of Technology.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.