Pengukuran Dalam Penelitian Psikologis

Kategori Penelitian Psikologi
pengukuran psikologis

Psikodemia.com – Pengukuran (measurement) merupakan suatu cara yang sistematis untuk menetapkan secara pasti bilangan-bilangan (angka-angka) atau nama-nama terhadap suatu obyek dan atribut-atributnya (Baltes, Reese & Neseselroade, 1988; Elmes, Kantowitz, & Roedriger III, 1992).

Pengukuran sebagai aspek penting penelitian psikologis

Pengukuran merupakan aspek penting dalam penelitian psikologis maupun penelitian-penelitian dalam bidang lainnya. Seperti dikemukakan oleh Boring, seorang tokoh psikologi yang terkenal (Elmes, Kantowitz, & Roedriger III),

…a science grows and progresses to the extent that it uses measurement …testable hypotheses imply that the predicted outcomes can be measured….empirical observations in psychology are based on the measurement of dependent variables. Measurement then is an importantaspect of scientific psychology (1992:75).”

Baltes, Reese, & Nesselroade (1988) juga menyatakan bahwa pengukuran merupakan salah satu landasan (cornerstone) dalam penelitian empiris dari berbagai disiplin ilmiah.

Pengukuran secara langsung merepresentasikan suatu cara yang dipilih oleh peneliti untuk mendefinisikan konsep-konsep penting. Dikemukakan lebih lanjut oleh Baltes, Reese, & Nesselroad (1988), melalui pengukuran kita dapat menggambarkan dan merangkumkan variabel-variabel ke dalam angka, nama, atau indeks-indeks yang lain sehingga mudah untuk mengkomunikasikan kepada orang lain.

Hasil pengukuran (misalnya angka) juga memberikan material kasar bagi kepentingan analisis statistik dan matematika untuk maksud menetapkan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti.

Pengukuran Konstruksi Psikologis

Pengukuran suatu konstruk psikologis (misalnya pengukuran motivasi, sikap, atau konsep diri), memang relatif lebih rumit jika dibandingkan dengan pengukuran dalam bidang eksakta atau fisik.

Sebab, berbagai atribut dalam bidang eksakta/fisik, seperti tinggi badan, berat badan, panjang rambut, dsb. dapat diukur secara langsung dalam arti jarak fisik, di samping aturan untuk menetapkan angka-angka yang mewakili atribut-atribut tersebut relatif lebih tegas dan sederhana.

Sedangkan atribut-atribut karakteristik psikologis pada umumnya bersifat abstrak dan aturan pengukurannya relatif kurang tegas. Pengukuran beberapa konsep psikologis, seperti ketergantungan, kekuatan ego, ekstroversi, kemandirian, tidak bisa diukur secara langsung, tetapi harus diterjemahkan lebih dahulu ke dalam bentuk perilaku-perilaku khusus yang dapat diamati.

Dalam hal ini, terdapat variasi yang luas dalam bagaimana peneliti mendefinisikan konsep-konsep tersebut, tergantung pada kerangka pikir atau landasan teoretis yang digunakannya.

Referensi:
  1. Baltees, P.B., Reese, H.W., & Nesselroads, J.R. (1988). Introduction to Research Methods in Life -span Developmental Psychology. New Jersey: Lawrence Erl – Baum Associates, Publishers.
  2. Elmes, D.G., Kantowitz, B.H., & Roedriger III, H.L. (1992). Research methods in Psychology. 4th. ed. New York: West Publishing Company.
  3. Marliani, Rosleny. (2010). PENGUKURAN DALAM PENELITIAN PSIKOLOGI. Psympathic, Jurnal Ilmiah Psikologi 2010, Vol. III, No.1: 107 – 120.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.