Penanganan Gangguan Jiwa

Kategori Psikologi Abnormal, Terapi
gangguan jiwa

Psikodemia.com – Penanganan gangguan jiwa dapat dilakukan dengan cara somatoterapi (terapi biologis) dan psikoterapi. Somatoterapi merupakan penanganan terhadap masalah-masalah tingkah laku dengan menggunakan teknik biologi yang meliputi: terapi obat-obatan, psikobedah dan terapi elektrokonvulsif.

Asumsi dasar dari penanganan somatoterapi ini adalah gangguan fisiologis menyebabkan gangguan psikologis, dan dengan demikian maka ketika seseorang ditangani secara biologis maka tingkah lakunya akan berubah, penanganan ini biasanya dilakukan oleh psikiater.

Sedangkan penanganan psikoterapi merupakan interaksi antara pasien dengan psikolog bertujuan untuk mengidentifikasi pikiran disfungsional yang melatarbelakangi awal munculnya pasien terkena gangguan jiwa.

Psikoterapi digunakan untuk membantu dalam perubahan perilaku, pikiran dan perasaan pasien yang abnormal, memecahkan masalah dalam kehidupan individu, artinya menangani orang-orang yang mempunyai masalah seperti gangguan jiwa ringan maupun berat.

Bentuk-bentuk psikoterapi

1. Terapi psikodinamik

Terapi psikodinamik merupakan terapi yang membantu seseorang dalam mengatasi konflik bawah sadar yang dipercaya merupakan akar dari perilaku abnormal. Tujuan dari terapi ini hanya mengubah tingkah laku yang maladaftif menjadi tingkah laku yang adaptif.

2. Terapi humanistik-eksistensial

Terapi ini memusatkan pada pengalaman-pengalaman sadar, sehingga membantu pasien untuk lebih menyadari dan menerima dirinya dengan baik. Tujuan terapi ini menekankan hubungan komunikasi agar lebih terbuka dan jujur, ketika komunikasi terhambat.

3. Terapi kognitif

Terapi ini mengemukakan bahwa perubahan tingkah laku dan emosi-emosi yang bermasalah disebabkan oleh proses pikiran dan kepercayaan yang salah. Hal ini dikarenakan pemahaman terhadap hal-hal yang tidak realistik, sehingga seseorang menafsirkan dirinya sendiri sebagai tingkah laku yang maladaftif. Terapi kognitif membantu pasien untuk memperbaiki keyakinan yang maladaftif.

4. Terapi tingkah laku

Terapi ini berfokus pada perubahan perilaku yang mencoba mengembangkan hubungan teraupetik yang hangat kepada pasien. Metode yang digunakan adalah dengan menunjukkan imajinasi atau gambar kepada pasien, dimana gambar yang ditunjukkan setiap tahap akan lebih menakutkan dari sebelumnya. Jika pasien merasa cemas, maka terapis memfokuskan kembali pasien untuk rileks. Proses ini di ulang sampai pasien tidak merasa cemas.

5. Terapi kelompok

Terapi kelompok merupakan terapi yang memberi kesempatan kepada pasien agar dapat bersosialisasi dengan orang lain. Bentuk terapi-terapi kelompok dapat berupa psikodrama.

Psikodrama adalah bentuk yang di kembangkan oleh J.L Moreno (1892), metode ini sangat penting karena bertujuan untuk pasien memainkan peran di alam khayal, dengan demikian dia merasa bebas mengungkapkan sikap yang terpendam dan motivasi yang kuat sehingga pasien dapat merasa sedikit lega dan dapat mengembangkan pemahaman (insight) yang memberi kesanggupan untuk mengubah perannya dalam kehidupan nyata.

6. Terapi keluarga

Dalam terapi keluarga, keluarga membantu pasien mengatasi konflik dan masalah. Peran keluarga sangat penting bagi kesembuhan pasien gangguan jiwa karena dapat memberikan dukungan kepada pasien dan membantu mengurangi angka kejadian relaps (kambuh) pasien.

Referensi
  1. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. 1993. Pedoman Penggolongan Dan Diagnosis Gangguan Jiwa Di Indonesia iii. Jakarta: Departemen Kesehatan.
  2. Hawari, Dadang. 1997. Ilmu Kedokteran Jiwa Dan Kesehatan Jiwa. Dana Bhakti Prima Yasa : Yogyakarta.
  3. Nurjannah. I. 2004. Pedoman Pada Gangguan Jiwa. MocoMedia. Yogyakarta.
  4. Roan, W.M. 1979. Ilmu Kedokteran Jiwa Psikiatri, Edisi Pertama.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.