Mempelajari Perilaku Sosial Melalui Psikologi Sosial

Kategori Psikologi Sosial
psikologi sosial

Psikodemia.com – Psikologi sosial (Baron, 2012) merupakan kerangka ilmiah atau ilmu pengetahuan yang berusaha secara sistematik untuk mempelajari perilaku dan pemikiran individual dalam konteks situasi sosial (social behaviour).

Sedangkan menurut Allport (Allport, 1967) menyatakan bahwa “Psikolog Sosial menganggap disiplin mereka sebagai upaya untuk memahami bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu dipengaruhi oleh kehadiran orang lain yang sebenarnya, dibayangkan, atau tersirat.”.

Fokus utama psikologi sosial adalah pada pemahaman mengenai bagaimana dan mengapa individu berperilaku, berpikir dan memiliki perasaan tertentu dalam konteks situasi sosial.

Jones & Gerard menjelaskan psikologi sosial adalah sub disiplin dan psikologi, khususnya ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu-individu sebagai fungsi dari rangsangan-rangsangan situasi sosial.

Situasi sosial adalah kehadiran orang lain secara nyata maupun secara imajinasi.

Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat berbagai macam proses interaksi sosial yang dibedakan dalam 3 (tiga) pola hubungan yaitu:

  1. Interaksi yang terjadi bila seorang individu berhubungan dengan orang lain (antar individu). Orang lain dimaksud dapat hadir secara nyata maupun berupa pilihan alternatif-alternatif saja. Misalnya ketika seseorang yang akan menghadiri acara pernikahan, memilih-milih pakaian apa yang akan dikenakan pada acara tersebut. Maka ia akan mempertimbangkan juga orang-orang lain yang akan hadir dalam acara itu baik tamu lain atau than rumah. Tamu lain atau tuan rumah itu tidak hadir secara nyata pada saat ia berpakaian.
  2. Interaksi yang terjadi karena hubungan individu dengan kelompok. Contoh kepemimpinan, yaitu terjadinya hubungan timbal balik antara pemimpin dengan anggota kelompok dalam sebuah organisasi.
  3. Interaksi yang terjadi karena hubungan antar kelompok (2 orang atau lebih) Misalnya kerjasama regional, internasional dan sebagainya.

Individu dalam bertingkah laku atau melakukan tindakan-tindakannya selalu melibatkan kesadaran bahwa mereka berada dalam kelompok-kelompok sosial tertentu, menduduki jabatan tertentu dan berada dalam suatu lingkungan tertentu pula.

Selanjutnya walaupun ketika kita berada seorang diri, tingkah laku kita mungkin dipengaruhi oleh kesadaran bahwa kita menjalankan peran dalam struktur sosial yang majemuk, oleh karena itu melibatkan adanya orang lain. 

Ruang Lingkup Psikologi Sosial

Myers (2012) meringkas tentang wilayah studi psikologi sosial yaitu:

  1. Disiplin ilmu tentang pikiran sosial yang meliputi:
    • Cara kita mempersepsikan diri kita dan orang lain.
    • Apa yang kita yakini.
    • Penilaian yang kita buat.
    • Sikap kita.
  2. Disiplin ilmu tentang Pengaruh Sosial yang meliputi:
    • Budaya
    • Tekanan konformitas
    • Persuasi
    • Kelompok-kelompok manusia.
  3. Disiplin ilmu tentang Hubungan Sosial yang meliputi:
    • Prasangka
    • Agresi
    • Ketertarikan dan keintiman
    • Bantuan

Michener & Delamater (dalam Dayakisni, 2006:7) menyatakan terdapat empat fokus utama dalam psikologi sosial yaitu:

  1. Pengaruh individu terhadap orang lain.
  2. Pengaruh kelompok pada individu-individu anggotanya.
  3. Pengaruh individu anggota-anggota (kelompok) terhadap kelompoknya sendiri.
  4. Pengaruh satu kelompok terhadap kelompok yang lainnya.

Sementara Baron & Byrne (2012) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sosial dapat dikategorikan ke dalam lima faktor utama yaitu:

  1. Aksi (tindakan) dan karakteristik dari orang-orang lain.
  2. Proses kognitif dasar, seperti ingatan dan penalaran yakni proses yang mendasari pikiran, keyakinan, ide dan penilaian yang tentang orang lain yang dimiliki individu.
  3. Variabel-variabel ekologi (lingkungan), pengaruh secara langsung ataupun tidak langsung dari lingkungan fisik.
  4. Konteks kebudayaan dimana perilaku sosial itu terjadi.

Referensi

  1. Allport, Gordon W. and Michael J. Ross. 1967. Personal religious orientation and prejudice. Journal of Personality and Social Psychology 5(4):432–43.
  2. Baron, Robert, A., & Byrne. D. (2012). Psikologi Sosial jilid 2. Jakarta: Erlangga.
  3. Dayakisni, T., & Hudaniah. (2003). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press.
  4. Myers, David G. (2012). Psikologi Sosial Jilid 2. Jakarta: Salemba Humanika.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.