Konformitas dalam Psikologi Sosial

Kategori Psikologi Sosial
konformitas

Psikodemia.com – Konformitas adalah suatu jenis pengaruh sosial ketika individu mengubah sikap dan tingkah laku agar sesuai dengan norma sosial yang ada. Konformitas didefinisikan sebagai proses penyesuaian diri yang dilakukan oleh individu terhadap norma-norma kelompok (Riggio, 2009). Konformitas juga diartikan sebagai suatu bentuk pengaruh sosial di mana individu mengubah sikap dan tingkah lakunya agar sesuai dengan norma sosial (Baron,2005).

Konformitas ditandai dengan tiga hal (Sears, 1985) yaitu :
  1. Kekompakan, semakin besar rasa suka anggota yang satu terhadap anggota yang lain, dan semakin besar harapan untuk memperoleh manfaat dari keanggotaan kelompok serta semakin besar kesetiaan terhadap kelompok, maka akan semakin kompak kelompok tersebut.
  2. Kesepakatan, pendapat yang menjadi acuan kelompok yang sudah dibuat memiliki tekanan kuat sehingga individu harus loyal dan menyesuaikan pendapatnya dengan pendapat kelompok.
  3. Ketaatan, tekanan sosial yang membentuk individu bersedia melakukan perilaku tertentu meskipun sebenarnya tidak ingin hal ini berkaitan juga dengan informasi yang persuasif serta adanya hukuman dan hadiah dari kelompok tersebut
Faktor-faktor yang mempengarui konformitas (Sarwono, 2009) adalah :
  1. Keterpaduan, keterpaduan atau kohesi adalah perasaan “kekitaan” antara anggota kelompok. Kelompok yang kohesif memiliki perasan solidaritas yang tinggi, yaitu memandang bahwa karakteristik kelompok adalah homogen, berorientasi pada tujuan kelompok dibandingkan tujuan individual. Semakin kuat rasa keterpaduan atau “kekitaan” tersebut, semakin besar pengaruhnya pada individu
  2. Ukuran Kelompok, semakin besar ukuran kelompok (dengan anggota delapan atau lebih) dengan sebagaian besar anggotanya berperilaku khusus, maka semakin besar kecenderungan anggota kelompok untuk berperilaku yang sama.
  3. Suara Bulat, satu orang atau minoritas yang suaranya paling berbeda tidak dapat bertahan lama, karena merasa tidak enak dan tertekan sehingga akhirnya menyerah pada pendapat kelompok.
  4. Status, semakin tinggi status orang yang menjadi contoh, maka semakin besar pengaruhnya bagi orang lain untuk berperilaku sama.
  5. Tanggapan Umum, perilaku yang terbuka, yang dapat didengar atau dilihat lebih mendorong konformitas dari pada perilaku yang hanya dapat didengar dan diketahui oleh orang tertentu saja.
  6. Orang yang tidak mempunyai komitmen apa-apa kepada masyarakat atau orang yang lebih mudah konform
Referensi:
  1. Baron, Robert (2005). Psikologi Sosial Edisi Kesepuluh. Jakarta: Erlangga
  2. Reggio, R.E. (2009). Introduction to Industrial Organizational Psychology. London: Pearson Prenttice Hall.
  3. Sarwono, Sarlito Wirawan.(2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
  4. Sears, David O. (1985). Psikologi Sosial Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.