Keterampilan Psikoterapis, Komunikasi Verbal dan Non Verbal

Kategori Terapi
psikoterapis

Psikodemia.com – Proses psikoterapi adalah proses interaksi dua orang yang melibatkan terapis dan klien di dalamnya. Keberhasilan psikoterapi salah satunya adalah faktor ketrampilan terapis dalam membina hubungan baik dengan klien, sehingga klien nyaman dan terbuka untuk mengungkapkan masalahnya kepada terapis. Salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh psikoterapis adalah ketrampilan komunikasi baik verbal maupun non verbal.


Keterampilan verbal untuk psikoterapis

Komunikasi  verbal adalah komunikasi yang dilakukan melalui pesan verbal, yaitu pesan yang berbentuk kata-kata, bicara atau tertulis. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh psikoterapis dalam berkomunikasi secara verbal adalah:

  1. Masalah teknis, yaitu seberapa akurat komuniksi tersebut dapat mengirimkan simbol dari komunikasi tersebut.
  2. Masalah sematis, yaitu seberapa tepat simbol dalam mengirim pesan yang dimaksud.
  3. Masalah pengaruh, yaitu seberapa efektif arti yang diterima mempengaruhi tingkah laku.

Keterampilan non verbal untuk psikoterapis

Komunikasi Non verbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata.  Kode nonverbal biasa disebut bahasa isyarat atau bahasa diam (silent language). Komunikasi non verbal ini menyangkut adanya kepekaan terapis dalam menggunakan ekspresi wajah, gerak tangan, ekspresi tubuh,  intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara serta ketepatan terapis mengartikan komunikasi non verbal klien.

Terdapat empat kategori perilaku non verbal, yaitu

1. Komunikasi non verbal dalam menggunakan waktu

Dapat dilihat dari respon terhadap pertanyaan klien, apakah tanggap atau cenderung lambat.

2. Komunikasi nonverbal dengan menggunakan tubuh.

Kontak mata merupakan hal penting dalam tiap komunikasi. Selain kontak mata, perlu pula diperhatikan kulit wajah, postur ekspres, wajah klien, gerakan tangan dan lengan, gerakan-gerakan yang diulang-ulang, seperti mengejap-ejapkan mata, mengetuk-etuk tangan, gemetar, dan lain sebagainya.

3. Komunikasi non verbal melalui suara

Perhatikan nada suara, kecepatan suara, intonasi, dan intensitas suara.

4. Komunikasi non verbal melalui penggunaan lingkungan

Jarak, pakaian, posisi di ruang  mempunyai arti, tanda atau isyarat tetang kondisi klien.

Referensi:
  1. Dinata Eka Putra. (2008). Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh. Bandung: Kaifa.
  2. Deddy Mulyana. (2001). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  3. Hafied Cangara. (2007). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
  4. Johana E. Prawitasari,dkk. (2002). Psikoterapi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.