Delusi Dalam Psikologi

Kategori Psikologi Abnormal
delusi

Psikodemia.com – Menurut American Psychiatric Association (2000), delusi adalah Kepercayaan keliru yang berlandas pada referensi yang tidak sesuai mengenai realitas eksternal yang dipertahankan erat-erat, tidak peduli apapun keyakinan banyak orang dan tidak peduli apapun dasar-dasar dan bukti-bukti nyata tak terbantahkan yang menunjukkan kebalikannya.

Orang yang mengalami delusi akan menceritakan suatu cerita dengan sangat yakin walaupun apa yang dia ceritakan sebenarnya tidak pernah terjadi atau hanya terjadi dalam khayalannya.

Ia bisa saja terlihat seperti orang normal pada umumnya, hanya saja ia membuat pilihan yang sedikit berbeda dengan orang pada umumnya berkaitan dengan keyakinan pribadinya. Keyakinan tersebut terus dipercayai walau tidak memiliki dasar dan bukti yang tepat.

Kondisi dan jenis delusi

Dari sudut pandang “kelaziman”, delusi/waham dapat dikategorisasikan dalam dua jenis, bizarre delusion (waham yang tidak masuk akal) dan non-bizarre delusion (waham yang masih logis dan masih mungkin terjadi di dunia nyata). Secara tematis, delusi terdiri dari berbagai macam kondisi dan jenis.

  1. Waham Persekusi: Keyakinan bahwa dirinya terancam, diawasi, atau diracuni. Penderitanya selalu merasa curiga dengan sekitarnya.
  2. Waham Referensi: Keyakinan bahwa tanda, kejadian, atau obyek tertentu di sekitarnya memiliki pesan rahasia yang dikirim oleh seseorang.
  3. Waham Kebesaran: Yakin bahwa dirinya adalah orang hebat dan terkenal (seperti Yesus atau artis), atau yakin bahwa dirinya memiliki pengetahuan, kemampuan, atau kelebihan istimewa yang tidak dimiliki orang lain.
  4. Waham Kendali: Keyakinan kuat seseorang bahwa pikiran dan perilakunya dikendalikan oleh pihak luar.
  5. Waham Nihilistik: Yakin bahwa suatu hal (dirinya sendiri, orang tertentu, benda tertentu) atau segalanya (dunia) tidak ada lagi, sudah berakhir, atau tidak nyata.
  6. Waham Cemburu: Keyakinan bahwa pasangannya tidak setia dan telah berselingkuh.
  7. Waham Dosa: Keyakinan bahwa dirinya telah melakukan dosa atau kesalahan yang sangat fatal, bahkan hingga menyebabkan peristiwa buruk tertentu seperti bencana alam dan tragedi lainnya.
  8. Sisip Pikir (Thought Insertion): Waham di mana seseorang yakin bahwa suatu pikiran atau bisikan tertentu dimasukkan ke dalam otaknya oleh pihak luar.
  9. Sedot Pikir (Thought Withdrawal): Waham di mana seseorang yakin bahwa pikirannya dicuri/dikeluarkan oleh pihak lain, sehingga ia tidak bisa mengingatnya.
  10. Siar Pikir (Thought Broadcasting): Waham di mana seseorang yakin bahwa pikirannya sedang disiarkan kepada semua orang.
  11. Waham Baca Pikiran: Keyakinan keliru bahwa pikirannya sedang dibaca oleh orang lain.
  12. Erotomania: Keyakinan keliru bahwa orang lain, biasanya yang berstatus lebih tinggi, sedang jatuh cinta dengannya.
  13. Waham Keagamaan: Waham yang berhubungan dengan hal-hal spiritual, yang membuatnya wajib melakukan sesuatu hal yang tidak lazim.
  14. Waham Somatik: Keyakinan keliru seseorang bahwa tubuhnya entah bagaimana telah berubah, sakit, ataupun tidak normal.
Referensi
  1. Ardani,T.A., Iin, T.R.. & Yulia, S. (2007). Psikologi Klinis. Yogyakarta : Graha Ilmu.
  2. Depkes RI, 2006. Buku Pedoman Kesehatan Jiwa. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
  3. King, A. Laura. (2010). Psikologi Umum. Jakarta : Salemba Humanika.
  4. Maramis. (2009). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Edisi 2. Surabaya : Airlangga.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.