Beragam Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Kategori Psikologi Perkembangan
Beragam Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Psikodemia.com – Ada beragam aspek Perkembangan anak usia dini. Secara umum perkembangan anak usia dini mencakup perkembangan fisik, sosial, emosi, dan kognitif. Namun beberapa ahli mengembangkan menjadi aspek-aspek perkembangan yang lebih terinci.

Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 146 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini pada pasal 5 dinyatakan bahwa aspek-aspek pengembangan dalam kurikulum PAUD mencakup: nilai agama, nilai moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.

Santrock menyatakan perkembangan anak usia dini mencakup aspek perkembangan fisik, kognitif, sosial-emosional, konteks sosial, moral, bahasa, identitas diri, dan gender.

Sedangkan Kail dan Reese menjelaskan bahwa ruang lingkup perkembangan anak usia dini mencakup perkembangan kemandirian, moral, sosial, bahasa, fisik, dan kognitif.

Disisi lain, Bukatko dan Daehler menyatakan perkembangan anak usia dini mencakup perkembangan otak, keterampilan motorik, fisik, persepsi, bahasa, kognitif, inteligensi, emosi, konsep diri, nilai-nilai, dan gender.

Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan anak usia dini mencakup delapan aspek yaitu:

  1. Perkembangan fisik.
  2. Perkembangan kognitif.
  3. Perkembangan bahasa.
  4. Perkembangan sosial.
  5. Perkembangan moral.
  6. Perkembangan emosional.
  7. Perkembangan kepribadian.
  8. Perkembangan agama.

Masa Keemasan Anak

Anak-anak usia dini berada pada masa keemasan (golden age). Masa ini disebut masa keemasan sebab pada usia ini terjadi perkembangan yang sangat menakjubkan dan terbaik sepanjang hidup manusia.

Perkembangan yang menakjubkan tersebut mencakup perkembangan fisik dan psikhis. Dari segi fisik anak mengalami perkembangan yang sangat luar biasa, mulai dari pertumbuhan sel-sel otak dan organ tubuh lainnya sampai perkembangan kemampuan motorik kasar seperti berjalan, berlari, melompat, memanjat, dan sebagainya.

Perkembangan fisik lainnya yang tidak kalah pentingya adalah perkembangan kemampuan motorik halus yang merupakan kemampuan melakukan koordinasi gerakan tangan dan mata, misalnya menggenggam, meraih, menulis, dan sebagainya.

Perkembangan psikhis juga mengalami hal-hal menakjubkan, dari kemampuan berinteraksi dengan orang tua sendiri sampai kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Mulai kemampuan berpikir sensori-motoris sampai kemampuan berpikir pra operasional konkrit.

Anak-anak pada tahap sensori motoris hanya dapat memahami sesuatu setelah menggunakan inderanya, tetapi kemudian pemahaman tersebut berkembang pada tahap pra operasional konkrit menjadi pemahaman terhadap benda bercampur dengan imajinasi anak.

Perkembangan kemampuan kognitif ini memberikan sumbangan yang besar terhadap kemampuan bahasa, kemampuan emosional, kemampuan moral, bahkan kemampuan agama.

Referensi:
  1. Bukatko, Danuta dan Marvin W. Daehler, Child Development: A Thematic Approach, 5th edition, U.S.A: Houghton Mifflin Company, 2004.
  2. Kail, Robert W. dan Hayna W. Reese (Ed.), Advances Child Development and Behavior, Vo. 29, USA, Elsevier Science, 2002.
  3. Santrock, Jhon W., Educational Psychology, 5th edition, New York: McGrawHill Companies, 2011.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.