Diperbarui Pada

Terapi Psikologi Dengan Teknik Flooding

Kategori Terapi
Terapi Psikologi Dengan Teknik Flooding

Psikodemia.com – Salah satu teknik terapi yang masuk dalam kategori terapi perilakuan adalah terapi dengan teknik flooding atau pembanjiran.

Gangguan atau masalah yang dihadapi individu beragam macamnya, demikian juga dengan teknik terapi psikologi yang tepat untuk gangguan dan masalah tersebut.

Teknik flooding adalah sebuah teknik behavioral yang menghadirkan secara langsung stimulus atau sumber ketakutan (situasi, objek, benda, dan lainnya) yang menyebabkan seseorang mengalami ketakutan.

Individu akan dibanjiri oleh sumber masalah, dan tidak boleh menghindarinya. Teknik flooding ini cocok untuk individu dengan masalah kecemasan atau ketakutan irasional (fobia) pada objek tertentu.

Prinsip utama dari teknik flooding ini adalah menghilangkan rasa takut, dengan cara langsung menghadapkan dengan sumber ketakutannya.

Sebagai contoh individu dengan fobia ketinggian, akan langsung dipaparkan dengan sumber ketakutannya, yaitu ditempatkan pada gedung dengan lantai yang tinggi, dan disuruh melihat ke bawah

Cara Penerapan Teknik Flooding

Dalam menjalankan teknik flooding, dilakukan cara tertentu dalam melakukan modifikasi perilaku,

  1. Invivo

Membawa individu hadir pada situasi atau stimulus yang menimbulkan rasa takut dengan segera selama terapi berlangsung, dilakukan dengan pengawasan langsung kepada klien disertai dengan pengamatan perilakunya. Cara ini dilakukan untuk trauma ringan.

Sebagai contoh, teknik flooding dilakukan dengan cara mengajak klien ke ruang lantai 1 hingga lantai 10 secara bertahap dan mengamati bagaimana rasa takut yang muncul pada dirinya dan perubahan perilaku apa yang telah terjadi.

Klien dihadapkan secara langsung pada tempat tinggi untuk mengamati perilaku yang muncul dan apakah ada perubahan perilaku dalam menghadapi stimulus ketinggian tersebut.

  1. Imajeri

Ialah stimulus yang menakutkan dihadirkan dengan cara membuat/membayangkan situasi yang semakin meningkatkan rasa takut atau kecemasan.

Klien dibuat untuk membayangkan akibat yang dahsyat,  hingga ia beradapatasi dengan stimulus tersebut agar klien siap menghadapi situasi yang real/sebenarnya.

Cara ini juga dilakukan dengan pengawasan langsung dari terapis dengan tahapan yang lebih pelan.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Terapi Flooding

Dalam melakukan teknik flooding, ada hal yang secara praktikal harus diperhatikan, antara lain adalah :

  1. Keamanan subjek (orang yang ingin dihilangkan ketakutannya), harus ada orang lain yang membantu menenangkan, dan mencegah supaya subjek tidak melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri.
  2. Pemahaman mengenai teknik relaksasi, supaya subjek mampu untuk rileks dan tenang ketika menghadapi ketakutannya sendiri
  3. Ruangan yang aman, misalnya saja takut akan ketinggian, maka keamanan dari ruangan harus diperhatikan, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan.

Untuk kasus fobia, teknik flooding tidak dapat diartikan secara langsung dalam hal “membanjiri”. Teknik ini perlu dilakukan secara sistematis dan bertahap ketika menghadapkan pada situasi sebenarnya.

Perubahan perilaku juga ditimbulkan dengan cara yang bertahap dan tidak bisa dilakukan perubahan perilaku secara sekaligus.

Fobia yang diubah dengan segera dapat menimbulkan ketakutan yang sangat dan trauma yang lebih mendalam sehingga harus dilakukan dengan bertahap dan pengawasan yang tepat mengenai perubahan perilaku yang terjadi.

Referensi:
  1. Boudewyns, P.A. (2012). Eye movement Desensitization and Reprocessing for combat-related PTSD: an early look. Los Angeles, CA : American Psycological Association.
  2. Emmelkamp, P.M.G., Kamphuis, J.H. (2007). Personality Disorder. London: Psychology Press/Taylor&Francis.
  3. Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 2. Yogyakarta: KANISIUS.
  4. Andrew M. Pomerantz. 2014. Psikologi Klinis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.