Diperbarui Pada

Struktur kepribadian Dalam Pandangan Jung

Kategori Psikologi Umum
Struktur kepribadian

Psikodemia.com – Menurut Jung, tingkah laku manusia dipicu struktur kepribadian, yang bukan hanya dibentuk karena masa lalu tetapi juga oleh pandangan orang mengenai masa depan, tujuan, dan aspirasinya.

Kejadian masa lalu dan antisipasi masa depan dapat juga mempengaruhi atau membentuk tingkah laku.

Struktur kepribadian Jung menegaskan bahwa keperibadian mencakup seluruh aspek pikiran, perasan, dan tingkah laku, kesadaran maupun ketidaksadaran.

Kepribadian tersebut membimbing orang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan social dan lingkungan fisik.

Struktur kepribadian dalam pandangan Carl Gustav Jung

Struktur kepribadian disusun oleh sistem yang beroperasi dalam tiga tingkat kesadaran, yaitu

  1. Ego yang beroperasi pada tingkat sadar

Hasil pertama dari proses diferensiasi kesadaran adalah ego. Ego berperan penting dalam menentukan persepsi, pikiran, perasaan, dan ingatan yang bias masuk kesadaran.

Tanpa seleksi ego, jiwa manusia bias menjadi kacau karena terbanjiri oleh pengalaman yang semua bebas masuk ke kesadaran. Ego berusaha memelihara keutuhan dalam kepribadian.

  1. Kompleks yang beroperasi pada tingkat tak sadar pribadi

Pengalaman yang tidak disetujui ego untuk muncul ke sadar tidak hilang tetapi disimpan dalam ketidaksadaran personal yang berisi pengalaman yang ditekan, dilupakan, dan yang gagal menimbulkan peran sadar

Di dalam tak sadar pribadi, sekelompok gagasan yang berupa perasaan, pikiran, perspesi, ingatan mengorganisir menjadi satu yang disebut sebagai kompleks.

Individu dikatakan memiliki kompleks kalau individu telah merasakan jenuh dengan sesuatu yang mempengaruhi hampir semua tingkah laku.

Ada beberapa macam archetype yang paling penting membentuk Struktur kepribadian, yaitu persona, anima-animus, shadow dan self.
  1. Achetype yang beroperasi pada tingkat tak sadar kolektif.

Tak sadar kolektif berisi gambaran dan bentuk pikiran yang tak terbatas jumlahnya, tetapi Jung memusatkan diri pada gambaran dan bentuk pikiran yang muatan emosinya besar, yang disebut sebagai archetype.

Archetype adalah bentuk tanpa isi, mewakili atau melambangkan peluang munculnya jenis persepsi dan aksi tertentu. Ia mewakili kekuatan yang sangat besar, kekuatan pengalaman manusia yang berusia ribuan tahun.

Archetype yang muncul pada pengalaman awal manusia membentuk pusat kompleks yang mampu menyerap pengalaman lain kepadanya yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Archetype adalah kumpulan persepsi dan pengalaman universal yang dapat dipakai oleh siapa saja karena berasal dari ketidaksadaran kolektif dalam sejarah manusia.

Dari ketiga sistem yang membentuk kepribadian tersebut, ada beberapa macam archetype yang paling penting membentuk peribadian, yaitu persona, anima-animus, shadow dan self. Keempat archetype tersebut seringkali dipandang sebagai sistem terpisah dalam kepribadian yang akan dibahas dalam artikel berikutnya.

Referensi: Hall, Calvin S & Garner Lindzey. Teori-teori Psikodinamik (Klinis), Kanisius. Yogyakarta 1993.

Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.