Diperbarui Pada

Stres Dalam Psikologi Olahraga

Kategori Psikologi Olahraga
stres dalam psikologi olahraga

Psikodemia.com – Stres dalam Psikologi Olahraga: Stres adalah kondisi yang sering terjadi dalam kehidupan. Seperti halnya otot-otot kita yang mengalami ketegangan karena melakukan kegiatan fisik, maka kita pun dapat mengalami ketegangan psikis karena tegang pikiran dan cemas.

Kurangnya situasi dan kondisi yang menimbulkan ketegangan, akan berakibat kita tidak dapat melakukan sesuatu dengan baik, demikian pula pada atlet.

Stres dalam Psikologi Olahraga

Stress yang timbul dalam pertandingan atau disebut competitive stress merupakan reaksi emosional yang negatif yang timbul bila merasa harga-dirinya merasa terancam.

Hal seperti ini terjadi apabila atlet junior menghadapi pertandingan yang berat yang dirasa diluar kemampuan dirinya untuk sukses.

Stress adalah suatu ketegangan emosional, yang akhirnya berpengaruh terhadap proses-proses psikologik maupun proses fisiologik.

Stress selalu akan terjadi pada diri individu apabila tidak tercapainya sesuai yang diharapakan dan menjadi sebuah tantangan.

Lazarus mengkategorikan jenis stres dalam psikologi olahraga menjadi dua, yaitu

  • Eustress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif yang bersifat membangun. Jenis stres ini dapat menghasilkan performa yang tinggi bagi atlet.
  • Distress, yaitu yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak sehat, negatif, dan destruktif yang bersifat merusak. Jenis stress in yang membawa atlet pada penurunan performa.
Beberapa ketegangan diperlukan, walaupun beberapa diantaranya tidak. Ketegangan, dalam skala cukup, tetap diperlukan dalam penampilan dan melakukan kegiatan.

Dalam konteks olahraga,  ada dua situasi yang menjadi sumber stres (Martens, 1987):

(1) Pentingnya event

Semakin penting suatu event, atau semakin besar gengsi, di dalam sebuah event tersebut, maka semakin menjadi sumber stres bagi atlet. Hal ini karena atlet merasakan perbedaan atmosfir yang lebih menekan, pada sebuah pertandingan dibanding latihan biasa.

(2) Ketidakpastian

Dalam pertandingan penting, tentu akan jadi pertimbangan besar siapa saja yang akan diturunkan dalam starting line-ups. Baik pelatih maupun seorang atlet bisa jadi stress, mengingat penentuan pemain menjadi bagian penting dari strategi keberhasilan.

Referensi :
  1. Komarudin. 2015. Psikologi Olahraga. PT. Remaja Rosdakarya : Jakarta.
  2. Gunarsa, Singgih D. 2008. Psikologi Olahraga Prestasi. PT. BPK Gunung Mulia : Jakarta
  3. Lazarus, R.S., & Folkman, S. 1984. Stress, Appraisal, and Coping. New York : Springer Publishing Company
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.