Diperbarui Pada

Sejarah Perkembangan Psikologi Olahraga: 1898 – 2018

Kategori Psikologi Olahraga
sejarah perkembangan psikologi olahraga

Psikodemia.com – Banyak tulisan mengenai sejarah perkembangan psikologi olahraga menyepakati bahwa psikologi olahraga dimulai pada 1898.

Awal sejarah perkembangan Psikologi Olahraga

Tahun 1898, Norman Triplett, mahasiswa doktoral Clark University, melakukan penelitian terhadap atlet balap sepeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mengapa pembalap sepeda cenderung mengendarai lebih cepat saat bertanding kelompok daripada sendirian.

Triplett menyimpulkan adanya pengaruh psikologis tertentu yang ia sebut sebagai faktor keberadaan orang lain atau presence of others. 

Tahun 1899, penelitian E.W. Scripture dari Yale University melukiskan ciri-ciri kepribadian seseorang yang dipengaruhi oleh keterlibatannya dalam olahraga.

Abad ke 18, Psikologi Olahraga sudah mulai banyak dilakukan penelitian dan dikaitkan dengan interaksi individu dan sosial.

Sejarah Perkembangan Psikologi Olahraga Abad 19 hingga sekarang

Perkembangan Psikologi Olahraga pada abad ke 19, semakin cepat. Mulai dari banyaknya penelitan mengenai peran psikologi dalam olahraga, hingga dibentuknya beberapa laboraturium dan jurnal ilmiah.

Tahun 1903, GTW Patrick membahas mengenai penonton American Football mengekspresikan emosi mereka terhadap para pemain dalam olahraga tersebut.

Tahun 1918, C.R. Griffith melakukan studi terhadap atlet football dan basket di University of Illinois tentang faktor-faktor psikologis pada atlet-atlet tersebut antara latihan dan pertandingan.

Tahun 1913, di Eropa, De Coubertin (pendiri dari gerakan olympiade) menulis Essays in Sport Psychology.  Ia menjelaskan olahraga sebagai ekspresi estetik dan juga sebagai alat pendidikan, untuk mencapai keseimbangan emosi yang lebih baik (Vanek & Cratty, 1970).

Tahun 1920, Laboratorium Psikologi Olahraga pertama dibangun oleh Carl Diem di Deutsche Hochscule Fur Leibesubungen di Berlin, Jerman.

Pada tahun yang sama (1920), di Jepang, Mitsuo Matsui melakukan  riset mengenai psikologi olahraga dan aktivitas fisik atau psychology of physical activity and sport.

Psikologi Olahraga terus berkembang di banyak negara, dengan hasil penelitian yang beragam.

Sementara Griffith terus melakukan penelitian dalam 3 bidang perhatiannya, yaitu psychomotor learning, skilled performance, dan personality. Sehingga pada 1925, laboratorium psikologi olahraga pertama di Kawasan Amerika Utara berdiri.

Bersamaan dengan ini, tahun 1925 awal, A. Z. Puni mendirikan Laboratorium Psikologi olahraga di Institut of Physical Culcure, Leningrad, Rusia.

Tahun 1926, Griffith menerbitkan buku The Psychology of Coaching dan pada tahun 1928, ia menerbitkan The Psychology of Atleticstahun. Griffith juga menulis 25 artikel ilmiah dari hasil penelitiannya dalam olahraga, sehingga disebut Father of Sport Psychology (Weinberg & Gould, 1995) di Amerika.

Tahun 1942, Wu Wenzhong dan Xiao Zhonguo menulis buku mengenai psikologi olahraga yang berjudul The Psychology of Physical Education. Keduanya merupakan tokoh dari National Institute of Wu Shu.

Tahun 1966, sekelompok psikolog olahraga berkumpul di Chicago untuk membicarakan pembentukan ikatan psikologi olahraga. Ikatan ini kemudian dikenal dengan nama North American Society of Sport Psychology and Physical Activity (NASPSPA).

Kongres International Society of Sport Psychology Conference Di Yunani tahun 2000 telah dihadiri lebih dari 700 peserta yang berasal dari 70 negara.

Jurnal pertama yang muncul untuk psikologi olahraga terbit pada tahun 1970 dengan nama The International Journal of Sport Psychology. Kemudian diikuti oleh Journal of Sport Psychology tahun 1979.

Meningkatnya minat melakukan penelitian dalam bidang psikologi olahraga di luar laboratorium memicu pembentukan Advancement of Applied Sport Psychology (AAASP) pada tahun 1985, dan lebih berfokus secara langsung pada psikologi terapan baik dalam bidang kesehatan maupun dalam konteks olahraga.

Kini Psikologi Olahraga sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kongres International Society of Sport Psychology Conference Di Yunani tahun 2000 telah dihadiri lebih dari 700 peserta yang berasal dari 70 negara.

American Psychological Association telah memasukkan psikologi olahraga dalam divisi mandiri yakni divisi 47.

Beberapa penerbitan dan jurnal tersebut adalah (a) International Journal of Sport Psychology (1970); (b) Journal of Sport Psychology (1979) yang kemudian berubah nama menjadi 1988 Journal of Sport and Exercise Psychology;  (c) The Sport Psychologist (1987)—sekarang; (d) Journal of Applied Sport Psychology (1989)— sekarang; serta (e) The Psychology of Sport and Exercise.

Sejarah Perkembangan Psikologi Olahraga di Indonesia

Di Indonesia, Psikologi Olahraga merupakan cabang psikologi yang amat baru. Secara resmi Ikatan Psikologi Olahraga (IPO) di Indonesia yang berada di bawah naungan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dibentuk pada tanggal 24 Juli 1999.

Namun penggunaan Psikologi dalam olahraga sudah dimulai semenjak 1967. Ketika psikolog singgih D. Gunarsa (d/h Go Ge Siong) bersama dengan psikolog Sudirgo Wibowo (d/h Ng Tjong Ping) memelopori kegiatan psikologi di dalam cabang olahraga bulutangkis.

Kemudian tercatat pada 1970an, Prof. Dr. Saparinah Sadli dan Prof Dr. Suprapti Sumarmo Markam menangani atlet-atlet bulutangkis wanita yang dipersiapkan untuk perebutan piala Uber.

Pada tahun 1992 FBSI mendatangkan Robert N. Singer, Mantan Presiden Internasional society for sport Psychology, dari University of florida.

Pada tahun 1995 dan 1997, beberapa pakar Psikologi Olahraga, seperti Diater Heckfort (dari University of Munch, Jerman), Lars-Eric Unestahl (dari University Of Orebro Swedia ) dan juga Daniel Gould (dari University of North Caroline, Greensbor, Amerika) datang ke Indonesia untuk memberikan penjelasan mengenai peranan Psikologi Olahraga bagi prestasi Atlet nasional.

Pada 2018 ini, untuk persiapan Atlet ASIAN GAMES dan Asian Para Games, Psikolog juga telah banyak dilibatkan dalam persiapan mental atlet dan persiapan pertandingan. Psikolog sudah banyak terlibat dalam pendampingan atlet dari awal latihan hingga menuju pertandingan. Pelatih maupun pengelola cabang olahraga sudah mulai terbuka bahwa peran dalam menjadikan atlet juara tidak hanya peran pelatih saja, tetapi perlu tim yang komprehensif. Tim tersebut berisikan psikolog, ahli gizi, dokter, maupun fisioterapis.

Referensi
  1.  Danu Hoedaya (2007). “Psikologi Olahraga : Tinjauan Dari Perspektif Keilmuan Dan Aplikasi Dalam Olahraga Prestasi.
  2. D. Gunarsa, Singgih (1989). Psikologi Olahraga. BPK Gunung Mulia.
  3. Gunarsa, D.S., 2008. Psikologi Olahraga Prestasi. Jakarta: Cet. 2. PT. BPK Gunung Mulia.
  4. Yunus, Mahmud. Drs,. 1991.Psikologi Olahraga. Fakultas Ilmu Pendidikan: Malang.
  5. Petrie, T. A., & Diehl, N. S. (1995). Sports psychology in the profession of psychologyProfessional Psychology: Research and Practice. 
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.