Sejarah Perkembangan Psikologi Klinis

Kategori Psikologi Klinis
sejarah perkembangan psikologi klinis

Psikodemia.com – Sejarah Perkembangan Psikologi Klinis terbagi kedalam beberapa periode. Periode ini dimulai dari tahun-tahun awal kemunculan psikologi klinis hingga perkembangannya di jaman mutakhir.

Berikut adalah sejarah perkembangan psikologi klinis berdasarkan tahapan periode perkembangannya:

Sejarah Perkembangan Psikologi Klinis Periode I (Tahun-tahun awal)

  • Psikologi sebagai ilmu peengetahuan di abad XIX di Eropa dan Amerika
  • Pendirian laboratotium pertama di Lepzig tahun 1879 oleh Wilhelm Wundt.
  • Pengukuran dan statistic karakteristik manusia oleh Francis Galton di Inggris dan William James di Amerika.
  • Sigmund Freud berpraktek di Wina dan menerbitkan “the interpretation of dreams
  • Lightmer Witmer mendirikan klinik psikologi dan menggunakan istilah “Psikologi Klinis” untuk pertama kalinya.
  • Tahun 1907, Witmer merintis jurnal “Psychological Clinic
  • Awal abad ke-20 merupakan periode reformasi yang menggairahkan bagi ide, rencana, dan alat-alat baru dalam bidang psikologi.
  • Antara tahun 1900 – 1920 banyak ditemukan alat pengukuran karakteristik baru, terutama tes intelegensi, missal: Tes Binet, Tes Army Alpha, dll

Sejarah Perkembangan Psikologi Klinis Periode II (Waktu Konsolidasi)

  • Pasa antara perang dunia menumbuhkan kemajuan dalam bidang psikologi dan perkembangan pada standar pelayanan psikologi.
  • Pada masa praktek lebih focus pada masalah anak dan pengembangan teori pada orang dewasa, dengan bimbingan yang bercirikan treatmen team, yang terdiri dari psikiater, psikolog, dan pekerja sosial.
  • Psikolog bertugas memberikan tes pada anak-anak, melakukan wawancara, dan berhubungan dengna pihak sekolah.
  • Tahun 1930, kelompok psikolog terapan mendirikan layanan konseling di kampus.
  • Selama dan setelah Perang Dunia II, psikologi di Amerika sangat terlibat dalam pekerjaan di rumah sakit bersama personal dan veteran militer, meluaskan jaringannya tidak hanya di batasi pada bantuan pendidikan saja.
  • Bermunculan  berbagai teknik assessment, antara lain MMPI, Tes Bercak Tinta Roschach, TAT, dan SVIB.

Sejarah Perkembangan Psikologi Klinis Periode III (Pertumbuhan Pesat)

  • Dua hingga tiga decade setelah PD II, psikolog klinis menjadi profesi yang mandiri.
  • Sudah menetapkan standar, misalnya tahun 1952, APA menerbitkan DSM I (Diagnostic and statistic manual of mental disorder), dinegara lain ICD (International classification of disorder).
  • 1950 – 1960, Psikoterapi menjadi kegiatan yang penting dan lebih menarik dibandingkan pekerjaan diagnostik atau asesmen.
  • Psikologi berkembang, dan berkembang pula penemuan obat oleh psikiater untuk menangani berbagai macam gangguan mental.
  • Pencapaian yang signifikan aadalh perubahan dalam pola latihan, pendidikan, dan standar etik bagi psikologi klinis dan dibentuklah sebuah komite di APA untuk menanganinya.

Sejarah Perkembangan Psikologi Klinis Periode IV (Perkembangan yang campur aduk)

  • Muncul kebutuhan akan ksehatan mental orang Amerika dan menjadikannya sebagai masalah nasional, peluang meluas bagi psikolog klinis dan pekerja kesehatan mental lainnya.
  • Sebagian psikolog berkomitmen pada isu penanganan yang tidak semata-mata individual, tetapi juga isu kesehatan masyarakat dan pencegahan, sehingga muncul bidang khusus yaitu Psikologi Komunitas pada akhir 1960-an.
  • Tahun 1970, psikologi klinis diakui perusahan asuransi kesehatan sebagai penyedia layanan kesehatan independen di Amerika.
  • Perubahan dalam jalur dan gelar pendidikan psikologi klinis.

Sejarah Perkembangan Psikologi Klinis Periode V (Perkmbangan mutakhir & masa depan)

  • Berkembang kajian lintas disiplin psikologi klinis dengan disiplin ilmu lain, seperti kedokteran.
  • Teori dan riset terus berkembang pesat, antara lain neuroimaging, penelitian untuk memetakan karakteristik genetic manusia (human genetic project).
  • Berbagai kemungkinan muncul antara lain penggunaan tes dan interpretasi tes dengan sistem komputerisasi, konsultasi psikologi di internet. teknik brain imaging
Referensi:
  1. Sundarberg, Norman, dkk. 2007. Psikologi Klinis. Jakarta : Pustaka Pelajar.
  2. Suprapti Slamet & Sumarmo Markam. 2003. Pengantar Psikologi Klinis. Jakarta : UI Press.
  3. Sutardjo A. Wiramihardja, 2007. Pengantar Psikologi Klinis. Bandung : PT Refika Aditama.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.