Diperbarui Pada

Psikoterapi Dalam Ilmu Psikologi

Kategori Terapi
psikoterapi

Psikodemia.com – Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara pasien dan terapis yang menggunakan prinsip-prinsip psikologi, untuk mengatasi tungkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup dan berkembang sebagai seorang individu.

Ciri-ciri umum dari psikoterapi adalah memberikan pasien suatu perasaan akan harapan.

Psikoterapi memerlukan interaksi verbal yaitu berinteraksi dengan pasien yang melibatkan pembicaraan menanamkan hal-hal yang positif terhadap pasien dalam menghadapi masalah-masalah yang ada.

Dalam interaksi-interaksi itu, terapis adalah pendengar yang penuh aktif, yaitu mendengar dengan penuh perhatian.  Terapis juga harus menyampaikan empati melalui kata-kata dan gerak isyarat nonverbal, seperti mengadakan kontak mata.

Terdapat beberapa teknik dalam psikoterapi yang digunakan oleh psikiater dan psikolog, yaitu:

1.  Psikoterapi Psikoanalisis

Setiap individu terdapat kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan yang menyebabkan konflik internal tidak terhindarkan. Konflik yang tidak disadari itu memiliki pengaruh yang kuat pada pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan implus seksual dan agresif dari id. Model ini banyak dikembangkan dalam psikoanalisa yang dipelopori oleh Sigmund Freud. Teknik terapi psikoanalisa Freud pada perkembangan selanjutnya disempurkan oleh Jung dengan teknik terapi psikodinamik.

Berikut adalah beberapa macam teknik terapi psikoanalisis, yaitu:

  1. Asosiasi Bebas; Dalam teknik ini klien disuruh untuk duduk santai atau tidur lalu menceritakan semua pengalaman yang terlintas dalam benaknya baik yang teratur maupun yang tidak, sepele atau penting, logis atau tidak logis, relavan atau tidak, semuanya harus diungkapkan. Asosiasi-asosiasi yang diucapkan itu kemudian ditafsirkan sebagai pengungkapkan tersamar pengalaman-pengalaman yang diproses.
  2. Analisis mimpi; Freud memandang mimpi sebagai jalan utama kea lam tak sadar karena isi mimpi ditentukan oleh keinginan-keinginan yang direpres. Keinginan-keinginan itu muncul lagi dalam bentuk symbol sebagai jalan menuju pemuasan.
  3. Penafsiran atau Interpretasi; Penafsiran merupakan prosedur dasar di dalam menganalisis asosiasi bebas, mimpi-mimpi, resitensi dan transferensi. Caranya dengan tindakan-tindakan terapis untuk menyatakan, menerangkan dan mengajarkan klien makna-makna tingkah laku apa yang dimanifestasikan dalam mimpi, asosiasi bebas, resistensi dan hubungan terapeutik itu sendiri.
  4. Analisis Resistensi; Resistensi adalah sesuatu yang melawan kelangsungan terapi dan mencegah klien mengemukakan bahan yang tidak disadari. Selama asosiasi bebas dan analisis mimpi, klien dapat menunjukkan ketidaksediaan untuk menghubungkan pikiran, perasaan dan pengalaman tertentu. Freud memandang bahwa resistensi sebagai dinamika tak sadar yang digunakan oleh klien sebagai pertahanan terhadap kecemasan yang tidak bisa dibiarkan, yang akan meningkat jika klien menjadi sadar atas dorongan atau perasaan yang direpress tersebut.
  5. Analisis Transferensi; Resistensi dan transferensi merupakan dua hal inti dalam terapi psikoanalisis. Transference dalam arti sebenarnya adalah suatu bentuk ingatan dari kejadian-kejadian yang telah dialami dan yang diulang kembali dalam keadaan sekarang atau yang akan datang (Gunarsa, 2001).Transferensi itu menunjukkan kebutuhan pasien untuk mengekspresikan kebutuhannya. Semua ini berlangsung secara tidak sadar, terapis sering jadi sasaran atau pengganti. Di sini terapis berusaha untuk menjelaskan perasaan-perasaan yang sedang dialami atau yang diekspresikannya pada terapis, sehingga pasien memiliki satu pemahaman yang lengkap mengenai kesulitan yang sedang dialami.

2. Psikoterapi perilaku (Behaviorisme)

Teknik terapi ini menekankan pada penggunaan prinsip-prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu. Padangan tentang belajar menurut aliran tingkah laku, tidak lain adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respons.

Berikut adalah beberapa macam teknik terapi perilaku,

  1. Terapi rasional-emotif; menghilangkan cara memandang dalam kehidupan pasien yang menyalahkan diri sendiri dan membantunya memperoleh pandangan dalam hidup secara lebih rasional dan toleran. Untuk membantu pasien mempergunakan metode yang lebih ilmiah atau objektif untuk memcahkan masalah emosi dan perilaku dalam kehidupan selanjutnya.
  2. Terapi Gestalt; Tujuan psikoterapi jenis ini ialah membantu klien memperoleh pemahaman mengenai saat-saat dari pengalamannya. Untuk merangsang menerima tanggung jawab dari dorongan yang ada di dunia didalam dirinya yang bertentangan dengan ketergantungannya terhadap dorongan-dorongan dari luar.
  3. Desensitisasi sistematik;
  4. Teknik Flooding;
  5. Penguatan sistematis;
  6. Pemodelan;
  7. Pengulangan perilaku yg pantas;
  8. Teknik regulasi diri;

3. Psikoterapi Humanistik

Terapi humanistik adalah terapi dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi ahli terapi yang minimal.

Gangguan psikologis diduga timbul jika proses pertumbuhan potensi dan aktualisasi diri terhalang oleh situasi atau oleh orang lain.

Carl Rogers, yang mengembangkan psikoterapi yang berpusat pada klien, percaya bahwa karakteristis ahli terapi yang penting untuk kemajuan dan eksplorasi diri klien adalah empati, kehangatan, dan ketulusan.

Berikut adalah teknik terapi humanistik: Person-Centered Therapy.

Terapi ini disebut juga client-centered therapy (terapi yang berpusat pada pasien) atau terapi nondirektif.

Person centered therapy membantu pasien untuk lebih menyadari dan menerima dirinya yang sejati dengan menciptakan kondisi-kondisi penerimaan dan penghargaan dalam hubungan terapeutik.

Fokus dari terapi adalah pasien. Terapis memantulkan perasaan-perasaan yang diungkapkan pasien untuk membantu berhubungan dengan perasaan-perasaan nya yang lebih dalam dan bagian-bagian dirinya yang tidak diakui karena tidak diterima oleh masyarakat.

Terapis memantulkan kembali atau menguraikan dengan kata-kata apa yang diungkapkan pasien tanpa member penilaian.

4. Psikoterapi Eklektik atau Integrative

Teknik terapi ini adalah penggabungan dari beberapa teknik, yaitu memilih dari berbagai teknik terapi yang paling tepat untuk klien tertentu.

Ahli terapi mengkhususkan diri dalam masalah spesifik seperti alkoholismie, disfungsi seksual, dan depresi, dan menggabungkan berbagai teknik terapi untuk mendapatkan hasil yang paling tepat sasaran.

5. Psikoterapi kelompok dan keluarga

Terapi kelompok adalah teknik memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang mimiliki masalah serupa. Sebagai contoh adalah terapi marital dan terapi keluarga, yaitu bentuk terapi kelompok khusus yang membantu pasangan suami-istri, atau hubungan orang tua dan anak, untuk memp

Referensi:
  1. Riyanti, Dwi. B. P., Hendro, P. Psikologi umum 2. (1998). Jakarta : Universitas Gunadarma.
  2. Yustinus, M. Kesehatan mental 3. (2006). Jakarta : Kanisius.
  3. Tavris, C & Wade, C. (2008). Psikologi: jilid 1 edisi 9. Jakarta: Erlangga.
  4. Spiegler, M.D. (2015). Contemporary behavior therapy 6th edition. Boston: Nelson Education, Ltd.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.