Diperbarui Pada

Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler

Kategori Psikologi Umum
Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler

Psikodemia.com – Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler beranggapan bahwa individu dan permasalahan hidupnya selalu bersifat sosial, seperti merasakan kebersamaan dengan orang lain dan mempedulikan kesejahteraan orang tersebut.

Ada tujuh prinsip dalam teori kperibadian Alfred Adler. Ketujuh Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler tersebut yang menjelaskan bagaimana pandangan Adler terhadap kondisi psikis individu.

Tujuh Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler

  1. Prinsip rasa rendah diri

Adler meyakini bahwa manusia dilahirkan dengan perasaan rendah diri. Perasaan rendah diri ini bermula dari anak-anak yang tidak bisa melakukan tindakan orang dewasa.

Pada prinsipnya, individu ingin menyaingi kekuatan dan kemampuan orang lain.

Apabila di tahapan ini, individu merasa lemah dan kurang dalam meraih kemampuan di atasnya, maka akan muncul rasa rendah diri di tahapan perkembangan berikutnya.

Setiap individu berusaha untuk melakukan kompensasi terhadap kelemahannya dalam segala hal. Kompensasi ditentukan oleh gaya hidup dan usaha mencapai kesempurnaan (superior).

2. Prinsip superior

Superior diartikan sebagai usaha untuk mencapai kekuatan diri. Adler beranggapan bahwa manusia adalah mahluk yang agresif dan harus selalu agresif bila ingin mencapai kesuksesan.

Manusia menginginkan kekuatan dan mengharapkan kesempurnaan. Dorongan untuk menjadi superior ini bersifat universal dan tidak mengenal batas waktu.

Meskipun demikian, menjadi superior tidak harus selalu berkompetisi dengan orang lain namun usaha untuk meningggalkan rasa rendah diri.

3. Prinsip gaya hidup

Usaha individu untuk mencapai superioritas memerlukan cara-cara tertentu yang disebut sebagai gaya hidup. Gaya hidup terdiri dari dorongan dari dalam diri yang mengatur arah perilaku dan dorongan dari lingkungan.

Dorongan dari lingkungan mungkin dapat menambah atau menghambat arah dorongan dari dalam diri.

Manusia memiliki kekuatan yang cukup walaupun tidak sepenuhnya bebas untuk  mengatur kehidupannya sendiri secara wajar.

Gaya hidup manusia tidak ada yang identik sama dan seringkali menentukan kualitas interpretasi dari terhadap semua pengalaman yang dijumpai.

4. Prinsip diri kreatif

Diri yang kreatif adalah penggerak utama tingkah laku. Diri kreatif membuat sesuatu yang baru yang berbeda dari sebelumnya.

Diri kreatif adalah sarana yang mengolah fakta-fakta dunia dan mentransformasikann fakta tersebut menjadi kepribadian yang bersifat subjektif, dinamis, menyatu, personal, dan unik karena individu mencipta dirinya sendiri.

5. Prinsip diri yang sadar

Kesadaran adalah inti kepribadian individu. Manusia menyadari segala hal yang dilakukannya. Ia dapat merencanakan dan mengarahkan perilaku ke arah tujuan yang dipilihnya secara sadar.

Pikiran sadar adalah apa saja yang dipahami dan diterima individu dalam membantu perjuangan menjadi sukses dan superior.

6. Prinsip tujuan semu

Masa lalu penting namun yang lebih penting adalah masa depan, yaitu rencana yang akan dilakukan individu. Tujuan akhir manusia tidak menunjukkan hasil yang nyata akan terwujud, melainkan hanya perangkat semu.

Tujuan tersebut adalah semu karena dibuat amat ideal untuk diperjuangkan sehingga mungkin saja tidak dapat direaliisasikan. Tujuan semua ini dipisahkan dari gaya hidup.

Tujuan semu berisi harapan yang menggerakkan kekuaran-kekuatan tingkah laku manusia.

7. Prinsip minat sosial

Manusia memiliki sifat sosial. Manusia dilahirkan dengan karunia minat sosial yang bersifat universal.

Kebutuhan ini terwujud dalam komunikasi dengan orang lain. Proses ini membutuhkan waktu banyak dan usaha yang berkelanjutan.

Individu diarahkan untuk memelihara dan memperkuat perasaan minat sosial dengan meningkatkan kepedulian pada orang lain melalui empati dan komunikasi.

Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.