Diperbarui Pada

Persepsi dalam Psikologi

Kategori Psikologi Umum
persepsi

Psikodemia.com – Seringkali kita mendengar kata persepsi di berbagai pembicaraan. Banyak diantara individu menjadi saling beradu pendapat karena persepsi yang berbeda terhadap suatu peristiwa.

Ada pula yang dipertemukan dalam kondisi saling tidak kenal di awal karena kesamaan persepsi akan suatu hal atau peristiwa. Lalu, apakah itu persepsi?

Presepsi berasal dari bahasa latin preceptio, yang artinya menerima atau mengambil.

Menurut Irwanto (1989) persepsi adalah proses diterimanya rangsang (objek, kualitas, hubungan antar gejala maupun peristiwa) sampai rangsang itu disadari dan dimengerti.

Proses tersebut melibatkan organisasi dan interpretasi  kesan dari panca indera agar dapat memberikan arti bagi lingkungan individu.

Selain itu, persepsi juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk membeda-bedakan, mengelompokan, dan memfokuskan (Sarlito Wirawan, 1982).

Bagaimana persepsi bekerja?

Persepsi berkaitan erat dengan bagaimana individu menanggapi adanya rangsangan indrawi dan pengalaman terdahulu.

Hasil dari sensasi indrawi dan pengalaman yang berbeda-beda akan membentuk suatu pandangan yang berbeda sehingga menciptakan perilaku yang berbeda pula. Agar individu dapat menyadari dan mengadakan persepsi, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. adanya obyek atau stimulus yang dipersepsikan,
  2. adanya alat indera/ reseptor,
  3. adanya perhatian.

Faktor-faktor dalam persepsi

Persepsi seseorang tidak timbul begitu saja. Terdapat  faktor- faktor yang menyebabkan munculnya persepsi atas ransangan indrawi dan pengalaman yang dimiliki. Menurut Krech dan Crutch Field (Jalaluddin Rakhmad, 2002), terdapat empat faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu:

  1. Kebutuhan : Merupakan salah satu dorongan kejiwaan yang mendorong manusia untuk melakukan suatu tindakan, misalnya rangsangan, keinginan, tuntutan dan cita-cita
  2. Kesiapan mental : Kesanggupan penyesuaian atau penyesuaian sosial atau keduanya sekaligus untuk menciptakan hubungan-hubungan sosial yang berhasil
  3. Suasana emosional : Kondisi perasaan yang berkesinambungan, dicirikan dengan selalu timbulnya perasaan-perasaan yang senang atau tidak senang latar belakang atau tata nilai yang dianut oleh seseorang.
  4. Latar belakang budaya

Sedangkan menurut Sobur (2003) ada beberapa faktor yang dianggap penting pengaruhnya terhadap seleksi rangsangan dan juga dapat digunakan untuk persepsi atas orang dan keadaan, yaitu:

  1. Intensitas, rangsangan yang lebih intensif, mendapatkan lebih banyak tanggapan daripada rangsangan yang kurang intens.
  2. Ukuran, benda-benda yang lebih besar lebih menarik perhatian karena barang yang lebih besar lebih cepat dilihat.
  3. Kontras, hal-hal lain dari yang biasa kita lihat akan cepat menarik perhatian. Banyak orang sadar atau tidak, melakukan hal-hal aneh untuk menarik perhatian. Perilaku yang luar biasa menarik perhatian karena prinsip-prinsip perbedaan itu.
  4. Gerakan, hal-hal yang bergerak lebih menarik perhatian daripada hal-hal yang diam.
  5. Ulangan, biasanya hal-hal yang berulang dapat menarik perhatian. Akan tetapi, ulangan yang terlalu sering, dapat menghasilkan kejenuhan semantik dan dapat kehilangan arti perseptif. Oleh karena itu, ulangan mempunyai nilai yang menarik perhatian selama digunakan dengan hati-hati
  6. Keakraban, hal-hal yang akrab atau dikenal lebih menarik perhatian.
  7. Sesuatu yang baru, hal-hal yang baru juga menarik perhatian. Jika orang sudah biasa dengan kerangka yang sudah dikenal, sesuatu yang baru menarik perhatian.

Dari beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi, setidaknya ada 2 hal yang berperan penting didalamnya, yaitu faktor internal,(diri individu) dan faktor eksternal (lingkungan individu).

Referensi :

  1. Alex, Sobur. 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia
  2. Sarwono, Sarlito Wirawan, Pengantar Umum Psikologi, (Jakarta: Bulan Bintang, 1982)
  3. Irwanto, dkk, Psikologi Umum, (Jakarta: Gramedia, 1989)
  4. Rakhmat, Jalaludin. Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi, 2002).
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.