Diperbarui Pada

Perbedaan Motif Dan Motivasi Dalam Psikologi

Kategori Psikologi Umum
motif dan motivasi

Psikodemia.com – Pernahkah Anda mendengar sesorang mengatakan “motif dan motivasi” di waktu yang berdekatan?

Dalam bidang psikologi, motif dan motivasi adalah kajian yang sangat menarik dalam bidang psikologi. Keduanya identik dengan kondisi diri yang bersemangat untuk melakukan suatu hal dengan penuh energi, yang tentu berbeda antara individu satu dengan individu yang lainnya.

Sebagai contoh, “motif dari perjalanan tersebut adalah kesenangan” dan “motivasi dari perjalanan tersebut adalah mengambil foto pemandangan”.

Sekilas terkesan hampir serupa, namun adakah perbedaan antara motif dan motivasi?

Definisi Motif

Motif, atau dalam bahasa inggris motive berasal dari kata movere (Italia) atau motion, yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak. Dalam psikologi, motif erat dengan gerak yang dilakukan oleh individu. Motif berasal dari dalam diri individu.

Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force).

Menurut para ahli, motif diartikan sebagai

  1. Sherif & Sherif (1956) : motif sebagai suatu istilah generic yang meliputi semua faktor internal yang mengarah pada berbagai jenis perilaku yang bertujuan, semua pengaruh internal, seperti kebutuhan (needs) yang berasal dari fungsi-fungsi organisme, dorongan dan keinginan, aspirasi, dan selera social, yang bersumber dari fungsi-fungsi tersebut.
  2. Giddens (1991) : motif sebagai impuls atau dorongan yang memberi energy pada tindakan manusia sepenjang lintasan kognitif/perilaku kearah pemuasan kebutuhan. Motif tak harus dipersepsikan secara sadar.
  3. Harold Koontz. et.al  (1980) : motif adalah suatu keadaan dari dalam yang member kekuatan, yang menggiatkan, yang menggerakkan atau menyalurkan perilaku ke arah tujuan-tujuan

Definisi Motivasi

Sedangkan motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang membangkitkan motif, membangkitkan daya gerak, atau menggerakkan seseorang/ diri sendiri untuk berbuat sesuatu dalam rangka mencapai suatu kepuasan/ tujuan.

Proses motivasi berawal dari adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi, sehingga mereka menciptakan suatu dorongan dari dalam dirinya masing-masing untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Menurut beberapa ahli, motivasi didefiniskan sebagai,

  1. Hamalik (1992) : motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.
  2. Sardiman (2006) : motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorangyang ditandai dengan munculnya “felling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
  3. Mulyasa (2003) : motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu.
  4. Gray (2002) : motivasi merupakan sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan- kegiatan tertentu.

Perbedaan Motif dan Motivasi

Merujuk dari beberapa definisi di atas, dapat dikatakan bahwa,

  1. Motif merupakan dorongan untuk melakukan sesuatu atau bisa disebut driving force.
  2. Motivasi adalah kekuatan yang mengarahkan atau menyalurkan motif untuk perilaku yang memiliki tujuan instrumental behavior yang memicu perilaku tertuju pada tujuan (goal).

Motif sebagai pendorong tidak dapat berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan faktor-faktor lain, baik internal maupun eksternal.

Hal-hal yang dapat mempengaruhi motif adalah motivasi. Selain itu, motivasi dipengaruhi oleh tiga aspek penting, yaitu (1) keadaan yang mendorong tingkah laku, (2) tingkah laku yang di dorong oleh keadaan tersebut, dan (3) tujuan dari pada tingkah laku tersebut.

Referensi:
  1. Sarwono, Sarlito. 2013.  Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  2. Walgito, Bimo. 1980. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: ANDI.
  3. Sardiman,A.M.2006.Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.Jakarta:Grafindo.
  4. Hamalik,Oemar.2003.Proses Belajar Mengajar.Bandung:Bumi Aksara.
  5. Mulyasa,E.2003.Kurikulum Berbasis Kompetensi.Bandung:Remaja Rosdakarya.
  6. Sobur, Alex. 2009. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.