Diperbarui Pada

Penyebab Gangguan Seksual Paraphilia

Kategori Psikologi Abnormal
Penyebab Gangguan Seksual Paraphilia

Psikodemia.com – Penyebab gangguan seksual paraphilia berasal dari beragam faktor yang melingkupi individu, seperti kondisi distress.

Penyebab gangguan seksual paraphilia melibatkan faktor biologis, psikologis, dan sosiokultural yang beragam.

Berikut adalah beberapa perspektif mengenai penyebab gangguan seksual paraphilia:

Perspektif Biologis

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecil kemungkinan penyebab gangguan seksual paraphilia disebabkan oleh masalah ketidaknormalan hormon.

Hanya saja, banyak individu dengan paraphilia menyalahgunakan obat dan alkohol untuk melepaskan fantasi tanpa hambatan dari kesadaran.

Perspektif Kultural

Lingkungan keluarga dan budaya di mana seorang anak dibesarkan ikut mempengaruhi kecenderungannya mengembangkan perilaku seks menyimpang.

Anak dengan orangtua yang sering menggunakan hukuman fisik dan terjadi kontak seksual yang agresif, lebih mungkin menjadi agresif dan impulsif secara seksual terhadap orang lain setelah mereka berkembang dewasa.

Perspektif Psikologis

Psikodinamika

Gangguan seksual paraphilia muncul karena adanya kecemasan kastrasi, yang tidak dapat terselesaikan dari masa anak-anak sehingga menyebabkan rangsangan seksual dipindahkan pada objek atau aktivitas yang lebih aman.

Objek yang netral dapat menjadi objek yang memiliki daya tarik seksual, karena adanya hambatan atau ketidakmampuan untuk menyalurkan dorongan seksual pada objek seksual yang lazim.

Perilaku mengalihkan pemenuhan dorongan seksual ke objek lain itu terbentuk di masa kanak-kanak. Pengalihan dorongan seksual ini dapat disebabkan oleh peristiwa-peristiwa tertentu yang memaksa individu di masa lalu untuk menekan dorongan seksual kepada objek yang lazim.

Tekanan yang menghambat dorongan seksual itu dapat berasal dari orang-orang dekat yang lebih berkuasa seperti orangtua, adanya perasaan bersalah, atau kondisi-kondisi lain yang membuat si individu merasa tidak mampu menyalurkan hasrat seksualnya.

Teori perilaku

Paraphilia menurut perspektif teori perilaku merupakan hasil pengondisian klasik. Gangguan seksual paraphilia muncul karena stimulus yang tidak biasa menjadi stimulus terkondisi yang secara tidak sengaja dihubungkan dengan rangsangan seksual.

Gangguan seksual paraphilia juga disebabkan karena adanya stimulus yang tidak biasa dan dapat menjadi erotis dengan cara melibatkannya dalam fantasi erotis dan masturbasi.

Sebagai contoh, seorang anak yang memandangi celana dalam ibunya ketika marturbasi dalam berkembang menjadi kelainan fetish pada celana dalam. Jika hal ini dikondisikan secara terus menerus, objek yang dapat memberikan keterangsangan seksual pada anak itu adalah celana dalam ibunya.

Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.