Diperbarui Pada

Mental Atlet Dalam Psikologi Olahraga

Kategori Psikologi Olahraga
Mental Atlet Dalam Psikologi Olahraga

Psikodemia.com – Mental Atlet Dalam Psikologi Olahraga: Sejak lebih kurang setengah abad yang lalu, hubungan timbal balik antara raga (fisik) dan jiwa (mental) telah menjadi pembahasan para Ahli Psikologi.

Orang dengan keadaan fisik yang kurang sehat, karena sedang sakit atau sesudah mengalami kecelakaan dan cidera, dapat merasakan pengaruh pada kejiwaannya. Pengaruhnya seperti kurang fokus pada masalah yang dihadapi, tidak tenang, kurang tangkas, dan lain sebagainya.

Sebaliknya ketika jiwa mengalami gangguan, karena rasa susah, gelisah atau ragu-ragu menghadapi sesuatu, fisik manusia juga mendapatkan pengaruh.

Pengaruh yang muncul seperti tidak bisa tidur, kurang enak makan, pikiran kosong dan hal lainnya, yang kemudian akan mempengaruhi penampakan fisik.

Semua gejala emosional seperti: rasa takut, marah, cemas, stress, penuh harap, rasa senang dan lainnya, dapat mempengaruhi perubahan-perubahan kondisi fisik seseorang.

Perasaan atau emosi tersebut diatas dapat memberi pengaruh terhadap aspek fisiologik seperti: ketegangan otot, denyut jantung, peredaran darah, pernafasan, berfungsinya kelenjar-kelenjar hormon tertentu. Hal ini berlaku bagi semua orang, termasuk Atlet.

Atlet atau olahragawan adalah seseorang yang mahir dalam olahraga dan bentuk lain dari latihan fisik.

Mental Atlet dalam dibutuhkan dalam olahraga

Setiap Atlet diharapkan dapat mencapai prestasi tertinggi di bidang olahraga yang mereka kuasai. Untuk mencapai ini, mereka dituntut untuk dapat berkonsentrasi penuh, percaya diri, tenang, berkemauan keras, koordinasi gerak yang baik, dan lain sebagainya.

Gangguan sikap dan mental terhadap diri atlet akan berpengaruh terhadap keadaan kejiwaan atlet secara keseluruhan.

Mental atlet inilah yang perlu mendapat perhatian khusus dalam olahraga, karena emosi atlet di samping mempengaruhi aspek-aspek kejiwaan yang lain (akal dan kehendak), juga mempengaruhi aspek-aspek fisiologiknya sehingga jelas akan berpengaruh terhadap peningkatan atau merosotnya prestasi atlet.

Ditinjau dari konsep jiwa dan raga sebagai kesatuan yang bersifat organis, maka gangguan sikap dan mental terhadap diri atlet akan berpengaruh terhadap keadaan kejiwaan atlet secara keseluruhan. Ketidakstabilan emosional akan mengakibatkan terjadinya ketidakstablian fungsi fisik, yang kemudian akan mempengaruhi peran fungsi-fungsi psikologisnya, dan pada akhirnya berpengaruh terhadap pencapaian Atlet secara keseluruhan.

Melalui psikologi olahraga, Atlet akan dibantu dalam mendapatkan kesiapan mental yang tepat. Prinsip-prinsip psikologi olahraga muncul untuk konsep persiapan mental untuk olahraga.

Referensi :
  1. Komarudin. 2015. Psikologi Olahraga. PT. Remaja Rosdakarya : Jakarta.
  2. Gunarsa, Singgih D. 2008. Psikologi Olahraga Prestasi. PT. BPK Gunung Mulia : Jakarta
  3. Stephen J. Banten. 1995. Olahraga Psikologi: Sebuah Panduan Self-Help.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.