Diperbarui Pada

Pendekatan Sosiokultural Dalam Psikologi Pendidikan

Kategori Psikologi Lintas Budaya, Psikologi Pendidikan
Pendekatan Sosiokultural Dalam Psikologi Pendidikan

Psikodemia.com – Pendekatan Sosiokultural dalam Psikologi Pendidikan menganggap bahwa tingkah laku abnormal muncul bukan karena faktor-faktor dari diri individu siswa, melainkan muncul dari keadaan lingkungan dan sosialnya.

Dalam Pendekatan Sosiokultural ini tokoh-tokoh beranggapan bahwa tekanan dari lingkungan lah yang dapat menyebabkan individu gagal memenuhi tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Proses pemahaman masalah dalam pendekatan ini lebih diarahkan ke luar dari diri individu yang bermasalah.

Tokoh Pendekatan Sosiokultural dalam Psikologi Pendidikan

Ada 2 tokoh yang mendasari terbentuknya teori pendekatan sosiokultural dalam psikologi pendidikan, yaitu:

  1. Piaget

Piaget berpendapat bahwa belajar ditentukan karena adanya karsa individu artinya pengetahuan berasal dari individu. Siswa berinteraksi dengan lingkungan sosial yaitu teman sebayanya dibanding orang-orang yang lebih dewasa. Penentu utama terjadinya belajar adalah individu yang bersangkutan (siswa) sedangkan lingkungan sosial menjadi faktor sekunder.

  1. Vygotsky

Vygotsky berpendapat bahwa jalan pikiran seseorang dapat dimengerti dengan cara menelusuri asal usul tindakan sadarnya dari interaksi sosial (aktivitas dan bahasa yang digunakan) yang dilatari sejarah hidupnya.

Peningkatan fungsi-fungsi mental bukan berasal dari individu itu sendiri melainkan berasal dari kehidupan sosial atau kelompoknya. Perolehan pengetahuan dan perkembangan kognitif sesuai dengan teori sosiogenesis yaitu kesadaran berinteraksi dengan lingkungan dimensi sosial yang bersifat primer dan dimensi individual bersifat derivatif atau turunan dan sekunder.

Teori belajar Vygotsky disebut dengan pendekatan Co-Konstruktivisme artinya perkembangan kognitif seseorang disamping ditentukan oleh individu sendiri secara aktif, juga ditentukan oleh lingkungan sosial yang aktif pula. Ia menekankan bahwa proses-proses perkembangan mental seperti ingatan, perhatian, dan penalaran melibatkan pembelajaran dengan orang–orang yang ada di lingkungan sosialnya.

Pendekatan sosiokultural menganggap bahwa tingkah laku abnormal muncul bukan karena faktor-faktor dari diri individu melainkan muncul dari keadaan lingkungan dan sosialnya.

Ada 3 konsep penting dalam teori sosiogenesis Vygotsky tentang perkembangan kognitif sesuai dengan revolusi sosiokultural dalam teori belajar dan pembelajaran yaitu:

  1. Hukum genetik tentang perkembangan (genetic law of development), setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua tataran, yaitu interpsikologis atau intermental dan intrapsikologis atau intramental
  2. Zona perkembangan proksimal (zone of proximal development), Vygotsky membagi perkembangan proksimal (zone of proximal development) ke dalam dua tingkat, yaitu: (1.) Tingkat perkembangan aktual yang tampak dari kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas-tugas atau memecahkan berbagai masalah secara mandiri (intramental). (2.) Tingkat perkembangan potensial tampak dari kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas-tugas dan memecahkan masalah ketika dibawah bimbingan orang dewasa atau ketika berkolaborasi dengan teman sebaya yang lebih kompeten (intermental).

Penerapan Pendekatan Sosiokultural dalam Psikologi Pendidikan

Penerapan teori sosiokultural dalam pendidikan dapat terjadi pada 3 jenis pendidikan yaitu:

  1. Pendidikan informal (keluarga) Pendidikan anak dimulai dari lingkungan keluarga, dimana anak pertama kali melihat, memahami, mendapatkan pengetahuan, sikap dari lingkungan keluarganya.
  2. Pendidikan nonformal, Pendidikan nonformal yang berbasis budaya banyak bermunculan untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku pada anak, misalnya kursus membatik. Pendidikan ini diberikan untuk membekali anak hal-hal tradisi yang berkembang di lingkungan sosial masyarakatnya.
  3. Pendidikan formal Aplikasi teori sosio-kultural pada pendidikan formal dapat dilihat dari beberapa segi antara lain: 1). Kurikulum, 2). Siswa, 3). Guru.
Referensi:
  1. Dalyono, M.,Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2009
  2. Dimyati & Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 2006
  3. H. Mustaqim, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004
  4. Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, Jakarta: Rineka Cipta,
    2010
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.