Diperbarui Pada

Pendekatan Kognitif Behavioral Dalam Psikologi Klinis

Kategori Psikologi Klinis
pendekatan kognitif behavioral dalam psikologi klinis

Psikodemia.com – Pendekatan kognitif behavioral dalam psikologi klinis adalah pendekatan yang menekankan pada perubahan perilaku karena adanya stimulus dan respon.

Dalam perkembangannya, perubahan perilaku tidak hanya perilaku yang bisa diamati saja, namun juga aspek lain perilaku yang tidak dapat diamati seperti pikiran dan perasaan.

Secara umum, pendekatan kognitif behavioral dalam psikologi klinis menggambarkan tentang teori behaviorisme dari sisi psikologi kognitif.

Pendekatan ini secara historis lebih berdasar pada prinsip belajar yang dikemukakan B. F. Skinner, Edward Thorndike, Clarke Hull, John Watson, Ivan Pavlov, William James, dan beberapa ahli lainnya. Pendekatan kognitif-behavioral lebih berfokus kepada perilaku yang tampak dan perilaku yang tidak tampak,  yang didapatkan dari proses belajar dan kondisioning saat berada di lingkungan sosial.

Pada mulanya pendekatan kognitif dan behavioral adalah pendekatan yang berdiri sendiri. Keduanya memiliki pandangan sendiri terhadap manusia, bahkan memiliki metode terapi yang berbeda pula.

Pendekatan Behavioral muncul berasal dari B.F Skinner dengan teori kondisi pengoperan. Kemudian pendekatan behavioral ini menjadi pendekatan yang populer pada masa 1960an.

Pada tahun 1970an pendekatan behavioral mendapatkan pengaruh dari teori kognitif. Bandura merupakan salah seorang yang pertama kali menggunakan konsep pendekatan Kognitif-Behavioral.

Pendekatan Kognitif-Behavioral memiliki pandangan bahwa seorang individu memiliki perilaku yang dipengaruhi oleh kondisi internal (kognitif). Berdasarkan hal tersebut, terapi Kognitif-Behavioral menekankan bahwa perubahan tingkah laku dapat terjadi jika seorang individu mengalami perubahan dalam masalah kognitif.

Terapi dalam pendekatan Kognitif-Behavioral merupakan gabungan dari terapi yang ada pada pendekatan Kognitif dan pendekatan Behavioral.

Teknik dan Metode Terapi Pendekatan Kognitif Behavioral Dalam Psikologi Klinis

Pendekatan kognitif-behavioral berorientasi kepada tindakan klien yang menghasilkan perubahan. Kecenderungan dalam kognitif-behavioral adalah dilaksanakannya pendekatan ini dalam sebuah program yang terstuktur langkah demi langkah. Program seperti ini dapat mencakup :

  1. Menciptakan hubungan yang sangat dekat dan aliansi kerja antara terapis dan klien.
  2. Menjelaskan dasar pemikiran dari penanganan yang akan diberikan.
  3. Menilai masalah.
  4. Mengidentifikasi, mengukur frekuensi, intensitas dan keyakinan masalah perilaku dan kognisi.
  5. Menetapkan target perubahan yang dipilih oleh klien, harus jelas, spesifik dan dapat di capai.
  6. Penerapan teknik kognitif dan behavioral (perilaku)
  7. Memonitor perkembangan dengan menggunakan penilaian berjalan terhadap perilaku sasaran.
  8. Mengakhiri dan merancang program lanjutan untuk menguatkan generalisasi dari apa yang didapat.

Suatu hal yang berguna dalam pendekatan kognitif-behavioral untuk mengintegrasikan semua informasi dalam kesatuan formulasi atau konseptualisasi kasus. Ketika terapis telah mengkonseptualisasikan kasus ecara penuh, maka rintangan dalam melakukan tindakan akan nampak dan dapat diminimalisir.

Pendekatan kognitif-behavioral menggunakan berbagai teknik intervensi untuk mendapatkan kesepakatan perilaku sasaran dengan klien. Teknik yang biasanya digunakan adalah :

  1. Menantang keyakinan irasional.
  2. Membimbing kembali isu, seperti menerima kondisi emosional internal sebagai sesuatu tantangan bukan hambatan.
  3. Mengulang kembali penggunaan beragam pernyataan diri dalam role play.
  4. Mencoba penggunaan berbagai pernyataan diri yang berbeda dalam situasi riil.
  5. Mengukur perasaan dengan menempatkan perasaan atau pikiran mengganggu yang ada saat ini dalam skala 0-100.
  6. Menghentikan pikiran, seperti pikiran cemas atau obsesional.
  7. Desensitisasi sistematis, menggantikan respons takut dan cemas dengan respons relaksasi yang telah dipelajari.
  8. Pelatihan keterampilan social atau asertifikasi.
  9. Penugasan pekerjaan rumah, yaitu mempraktikan perilaku baru dan strategi kognitif antara sesi terapi.
Referensi:
  1. Corey, Gerald. 2009. Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy. Edisi Kedelapan. USA: Thomson Brooks Inc. Cole.
  2. Lesmana, Jeanette Murad. 2005. Dasar-Dasar Konseling. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
  3. Darminto, Eko.2007.Teori-Teori Konseling. Surabaya: Unesa University Press
  4. Seligman, L. 2001. System, strategis, and Skill of Counseling and Psychoterphy, Part Five, Chapter 20: “behaviour therapy and Cognitiv Behavior Therapy.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.