Diperbarui Pada

Pendekatan Humanistik Dalam Psikologi Klinis

Kategori Psikologi Klinis
pendekatan humanistik dalam psikologi klinis

Psikodemia.com – Pendekatan humanistik dalam psikologi klinis dikembangkan oleh Maslow, dan tokoh lain seperti Carl  Rogers dan Arthur Combs.

Pendekatan humanistik adalah suatu pendekatan yang menekankan pengalaman dan tingkah laku manusia yang memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia.

Bagi sejumlah ahli, psikologi humanistik adalah alternatif, sedangkan bagi sejumlah ahli psikologi yang lainnya merupakan pelengkap bagi penekanan tradisional behaviorisme dan psikoanalisis ( Misiak dan Sexton, 2005 ).

Pendekatan humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri utama, yaitu :

  1. Pendekatan humanistik menawarkan satu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan keadaan manusia.
  2. Pendekatan humanistik menawarkan pengetahuan yang luas akan kaidah penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia.
  3. Pendekatan humanistik menawarkan metode yang lebih luas akan kaidah-kaidah yang lebih efektif dalam dalam pelaksanaan psikoterapi.

Asumsi dasar manusia menurut pendekatan humanistik, yaitu:

  1. Manusia adalah makhluk yang baik dan dapat dipercaya, yaitu makhluk yang baik dan berupaya menjalin hubungan yang bermakna dan konstruktif dengan orang lain.
  2. Manusia lebih bijak dari pikiran-pikiran yang disadarinya.
  3. Manusia adalah makhluk yang mengalami, yaitu makhluk yang memikirkan, berkehendak, merasakan dan mempertanyakan.
  4. Kehidupan ada pada saat ini, yaitu lebih dari sekedar tingkah laku yang ditentukan oleh peristiwa masa lalu, dan nilai kehidupan terletak pada saat sekarang, bukan pada masa lalu atau pada saat yang akan datang.
  5. Manusia adalah makhluk yang bersifat subyektif, tingkah laku manusia hanya dapat dipahami berdasarkan dunia subyektifnya, yaitu bagaimana individu itu memandang diri dan lingkungannya.
  6. Hubungan manusiawi yang mendalam merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, meningkatkan hubungan antar pribadi yang mendalam memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber kesejahteraan mental manusia.
  7. Manusia memiliki kecenderungan kearah aktualisasi, yaitu kecenderungan untuk bergerak ke arah pertumbuhan, kesehatan, penyesuaian, sosialisasi, realisasi diri, kebebasan dan otonomi.

Berikut adalah penjabaran pendekatan humanistik dari beberapa tokoh,

Arthur Combs (1912-1999)

Pendekatan humanistik dalam psikologi klinis menurut Arthur W. Combs menjelaskan bagaimana persepsi ahli-ahli psikologi dalam memandang tingkah laku. Untuk mengerti tingkah laku manusia, yang penting adalah mengerti bagaimana dunia ini dilihat dari sudut pandangnya.

Pernyataan ini adalah salah satu dari pandangan humanistik mengenai perasaan, persepsi, kepercayaan, dan tujuan tingkah laku inner (dari dalam) yang membuat orang berbeda dengan orang lain.

Untuk mengerti orang lain, yang penting adalah melihat dunia sebagai yang dia lihat, dan untuk menentukan bagaimana orang berpikir, merasa tentang dia atau tentang dunianya.

Perilaku batiniah, seperti perasaan, persepsi, keyakinan, dan maksud, menyebabkan seseorang berbeda dengan orang lain. Untuk memahami orang lain, kita harus melihat dunia orang lain seperti ia merasa dan berpikir tentang dirinya.

Abraham H. Maslow  (1908-1970)

Pendekatan humanistik dalam psikologi klinis menurut Maslow menyatakan manusia adalah suatu ketunggalan yang mengalami, menghayati, dan pada dasarnya aktif, punya tujuan serta punya harga diri.

Selain itu manusia juga harus di pandang dengan penghargaan yang tinggi terhadap harga dirinya, perkembangan pribadinya, perbedaan individualnya dan dari sudut pandang kemanusiaan nya itu sendiri.

Manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah: Kebutuhan fisik/biologis, Kebutuhan akan rasa aman, Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta, Kebutuhan akan penghagaan dan hargadiri, Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri, dan Kebutuhan estetik.

Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”, atau lebih dikenal dengan hierarki kebutuhan Maslow

Topik-topik yang diteliti oleh aliran-aliran behaviorisme dan psikoanalisis, antara lain cinta, kreativitas, pertumbuhan, aktualisasi diri, kemandirian, tanggung jawab, dan sebagainya.

Carl Roger (1902 – 1987)

Pendekatan humanistik dalam psikologi klinis menurut teori Rogers didasarkan pada suatu “daya hidup” yang disebut kecenderungan aktualisasi. Kecenderungan aktualisasi tersebut diartikan sebagai motivasi yang menyatu dalam setiap diri makhluk hidup dan bertujuan mengembangkan seluruh potensinya semaksimal mungkin.

Makhluk hidup bukan hanya bertujuan bertahan hidup saja, tetapi ingin memperoleh apa yang terbaik bagi keberadaannya.

Rogers membedakan dua tipe belajar, yaitu:

  1. Kognitif (kebermaknaan)
  2. Experiential ( pengalaman atau signifikansi)

Pendekatan humanistik Rogers dikenal dengan berbagai sebutan lain, diantaranya teori yang berpusat pada pribadi (person centered), non-directive, klien (client-centered), teori yang berpusat pada murid (student-centered), teori yang berpusat pada kelompok (group centered), dan person to person). Namun istilah person centered yang sering digunakan untuk teori Rogers.

Ide pokok dari teori-teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah-masalah psikisnya asalkan terapis menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri.

Asumsi dasar teori Rogers adalah :

  • Kecenderungan formatif yaitu segala hal di dunia baik organik maupun non-organik tersusun dari hal-hal yang lebih kecil.
  • Kecenderungan aktualisasi yaitu kecenderungan setiap makhluk hidup untuk bergerak menuju ke kesempurnaan atau pemenuhan potensial dirinya. Tiap individual mempunyai kekuatan yang kreatif untuk menyelesaikan masalahnya.

Terapi dengan Pendekatan Humanistik

Pendekatan humanistik berasumsi bahwa manusia memiliki kecenderungan alamiah ke arah perkembangan emosional yang sehat, memfokuskan pada potensi individu secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. Pendekatan humanistik memandang bahwa hubungan terapis dan klien merupakan aspek sentral.

Pendekatan humanistik menggunakan terapi yang menengarai dan mengurangi ketidak kongruenan antara pengalaman dan konsep diri.

Melihat manusia sebagai seseorang yang berusaha mengaktualisasikan dirinya dan memiliki kecenderungan untuk mencapai arah perkembangan emosi yang sehat.

Dalam pendekatan humanistik, terapis berperan dalam membantu klien memperoleh pendalaman-pendalaman eksperiensial dan penerimaan diri. Terapis membantu individu untuk secara aktif meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka.

Referensi:
  1. Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press
  2. Hidayat, Dede Rahmat. 2011. Teori dan Aplikasi Psikologi Kepribadian Dalam Konseling. Bogor: Ghalia Indonesia
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.