Diperbarui Pada

Observasi dalam Psikologi Klinis

Kategori Psikologi Klinis, Psikologi Umum
Observasi dalam Psikologi Klinis

Psikodemia.com – Observasi dalam psikologi klinis memiliki peran cukup penting. Menurut Banister (dalam Poerwandari 2001) istilah observasi berasal dari bahasa Latin yang berarti melihat dan memperhatikan.

Observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut.

Observasi berarti mengamati bertujuan untuk mendapat data tentang suatu masalah sehingga diperoleh pemahaman, atau sebagai alat rechecking atau pembuktian, terhadap informasi/keterangan yang diperoleh sebelumnya.

Observasi dalam psikologi klinis bertujuan untuk mendapatkan data tentang permasalahan klinis.

Cohen dan Swerdlik (2010) menyatakan bahwa observasi digunakan untuk asesmen awal dan mendesain intervensi klinis yang diterapkan pada pengaturan klinis.

Jenis-jenis observasi dalam dibedakan sebagai berikut

1. Observasi partisipan

Observasi partisipan merupakan observasi dimana peneliti terlibat aktif dengan kegiatan yang sedang diamati dan mencatat perilaku yang muncul pada saat itu (Borden & Abbott, 1995).

Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjaakan oleh sumber data.

Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam dan sampai mengetahui pada tingkat makna, dari setiap perilaku yang nampak.

2. Observasi Non Partisipan

Kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas-­aktivitas sumber data yang sedang diamati. Maka dalam observasi non partisipan, peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen di luar aktivitas sumber data yang diamati.

3. Observasi terstruktur

Observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang secara sistematis tentang apa yang akan diamati, dimana tempatnya.

Jadi observasi terstruktur dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya.

Pedoman wawancara terstruktur atau angket tertutup dapat juga digunakan sebagai pedoman untuk melakukan observasi.

4. Observasi tidak terstruktur

Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi.

Peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu‑rambu pengamatan.

Sebagai contoh, dalam suatu pameran produk industri dalam berbagai negara, peneliti belum tahu pasti apa yang akan diamati. Oleh karena itu peneliti dapat melakukan pengamatan bebas, mencatat apa yang tertarik, melakukan analisis dan kemudian dibuat kesimpulan.

Referensi: Azwar, S. (2003). Reliabilitas dan Validitas.Jogjakarta:Pustaka Pelajar; Poerwandari. (2001). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku; Manusia. LPSP3.Universitas Indonesia; Borden, K.S., & Abbott, B.B. (2005). Research Design and Methods. A; Process Approach. Sixth Edition. New York: Mc Graw Hill.

Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.