Diperbarui Pada

Metode Asesmen dalam Perilaku Abnormal

Kategori Psikologi Abnormal, Psikologi Klinis
Metode Asesmen dalam Perilaku Abnormal

Psikodemia.comMetode Asesmen dalam Perilaku Abnormal; Asesmen merupakan sebuah prosedur  yang melibatkan pengukuran dan evalusi klinisi terhadap individu dalam kerangka faktor-faktor psikologis, fisik, dan sosial yang mempengaruhi fungsi individu.

Asesmen dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai diri individu dan gejala abnormalitas yang menyertainya dilihat dari berbagai sumber.

Sumber data berasal dari data riwayat penyakit yang berasal dari informasi pasien (autoanamnesa) dan informasi riwayat penyakit yang diadapatkan dari orang lain seperti keluarga, teman, dan tetangga (alloanamnese).

Tujuan dari asesmen ini adalah untuk mendiagnosa, mencari kemungkinan penyebab, membuat prognosis dan menentukan terapi yang sesuai.

Metode Asesmen dalam Perilaku Abnormal

Asesmen fisik: Asesmen fisik dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fungsi fisik dan respon fisiologis dari individu yang mengalami gangguan, seperti pemeriksaan darah, jantung, cedera kepala, dan gelombang otak melalui alat-alat kedokteran, yaitu EEG. Teknik pemetaan otak (brain imaging) juga dilakukan untuk menghasilkan gambar yang merefleksikan struktur dan proses berfungsinya otak.

Asesmen sosial: Asesmen ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap lingkaran sosial individu yang berperan signifikan dalam masa awal nampaknya gejala gangguan mental. Asesmen dilakukan dengan cara wawancara maupun observasi terhadap orang kunci penting dalam lingkaran tersebut.

Asesmen psikologis: Asesmen psikologis terdiri dari beberapa bentuk cara, yaitu

Wawancara klinis

Wawancara klinis adalah cara yang paling banyak digunakan untuk mengembangkan pemahaman terhadap individu dan kondisi terkini dari permasalahan klien.

Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur dan tidak terstruktur. Wawancara biasanya meliputi topik mengenai data identifikasi, gejala-gejala yang muncul, riwayat perawatan, kondisi permasalahan klien saat ini, dan pengobatan yang sedang dijalankan serta riwayat hidup klien.

Pemeriksaan status mental

Pemeriksaan status mental dilakukan untuk mengevaluasi penampilan dan perilaku individu, orientasinya, isi pikiran dan bahasa, kondisi emosi, pengalaman yang berkaitan dengan persepsi, kesadaran tentang diri, dan motivasi, fungsi kognitif, serta insight atau penilaian.

Pemeriksaan Metode Asesmen dalam Perilaku Abnormal ini dikhususkan pada gejala-gejala yang berhubungan dengan gangguan psikologis yang dialami.

Tes Psikologi

Tes psikologi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai fungsi psikologis secara terstruktur dan terstandardisasi terhadap kepribadian dan intelegensi, diantaranya

  1. Tes intelegensi Stanford-Binet Intellligence Scale dan tes skala Wechsler
  2. Tes kepribadian yang berbentuk self report mengenai perasaan, pikiran, pertimbangan, sikap, minat, keyakinan, seperti Beck Depression Inventory (BDI), Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), Millon Clinical Multiaxial Inventory (MCMI)
  3. Tes proyektif, dengan memberikan stimulus ambigu, seperti tes noda tinta Rorschach, dan gambar ambigu dari Thematic Apperception Test (TAT)
  4. Tes neuropsikologis yang digunakan untuk mengevaluasi problem psikologis yang berkaitan dengan kerusakan neurologis, seperti Tes Bender Gestalt
Penilaian perilaku

Penilaian ini meliputi  perekaman perilaku individu melalui observasi langsung atau observasi perilaku untuk mengamati perilaku yang dinampakkan berdasar frekuensi, durasi, dan intensitas perilaku bermasalah tersebut. Selain itu, dapat juga melalui Self monitoring, yaitu individu diminta mencatat perilaku bermasalah yang telah dilakukannya.

Asesmen harus dilakukan secara tepat dan cermat, karena hasil dari asesmen inilah yang akan digunakan dalam proses diagnosis hingga treatmen terhadap perilaku abnormal yang dialami oleh individu.

Referensi: Halgin, Richard P & Whitbourne, Susan Krauss. 2012. Psikologi Abnormal Perspektif Klinis pada Gangguan Psikologis. Jakarta: Salemba Humanika; Jeffry S. Nevid, Spenser A.Rathus, Beverly Greene. 2015. Psikologi Abnormal. Edisi ke 5. Jakarta : Airlangga.

Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.