Hubungan Antara Motivasi dan Prestasi Atlet

Psikodemia.com – Hubungan Antara Motivasi dan Prestasi Atlet; Prestasi atlet merupakan hasil kolaborasi antara latihan dan motivasi.  Tanpa motivasi tidak akan ada prestasi yang muncul. Motivasi merupakan proses aktualisasi sumber penggerak dan pendorong tingkah laku individu memenuhi kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan motivasi olahraga diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak (motif- motif) di dalam diri individu yang menimbulkan kegiatan berolahraga, menjamin kelangsungan latihan dan memberi arah pada kegiatan latihan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki (Gunarsa,1989). Motivasi olahraga dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan…Lanjutkan Membaca “Hubungan Antara Motivasi dan Prestasi Atlet”

Pelatihan mental bagi atlet dan pelatih

Psikodemia.com – Pelatihan Mental Bagi Atlet dan Pelatih; Mental atlet perlu disiapkan agar dalam penampilannya mampu menunjukkan kemampuan yang sebenarnya. Sistematika dan teknik dalam latihan mental hendaknya dapat menguatkan seluruh unsur psikologis yang berhubungan dengan aspek kognitif, konatif, dan afektif. Latihan mental ini meliputi tahap awal dan tahap lanjutan. Pada tahap awal, latihan dilakukan untuk menyiapkan atlet agar mampu membangun pondasi kemampuan mental dan siap untuk latihan mental berikutnya. Bentuk-bentuk latihan pada tahap ini antara lain: Latihan pernafasan, Latihan konsentrasi, Latihan relaksasi, Visualisasi, Imagery. Sedang…Lanjutkan Membaca “Pelatihan Mental Bagi Atlet dan Pelatih”

Faktor Pendukung Keberhasilan Atlet

Psikodemia.com – Faktor pendukung keberhasilan atlet dapat berasal dari dalam maupun dari luar atlet itu sendiri yang meliputi faktor fisik, psikis, teknik, taktik, pelatih, sarana dan prasarana latihan, latihan, sosial, dan sebagainya. Menurut Alderman dalam Sudibyo Seyobroto (1993) menyatakan bahwa penampilan atlet dapat ditinjau dari empat dimensi yaitu : Dimensi kesegaran jasmani meliputi antara lain daya tahan, daya ledak, kekuatan, kecepatan, kelentukan, kelincahan, reaksi, keseimbangan, ketepatan, dan sebagainya. Dimensi keterampilan meliputi antara lain: kinestetika, kecakapan berolahraga tertentu, koordinasi gerak, dan sebagainya. Dimensi bakat pembawaan fisik meliputi antara lain: keaadan fisik,…Lanjutkan Membaca “Faktor Pendukung Keberhasilan Atlet: Psikologi Olahraga”

teknik relaksasi

Psikodemia.com – Teknik relaksasi pertama kali dikembangkan oleh Edmund Jacobsen pada awal tahun 1930-an. Jacobsen mengemukakan bahwa seseorang yang sedang berada dalam keadaan relaks tidak akan memperlihatkan respons emosional seperti terkejut terhadap suara keras. Dengan latihan relaksasi, Jacobsen percaya bahwa seseorang dapat diubah menjadi relaks pada otot-ototnya. Sekaligus juga, latihan ini mengurangi reaksi emosi yang bergelora, baik pada sistem saraf pusat maupun pada sistem saraf otonom. Latihan relaksasi memberikan efek segar dan sehat. Pada latihan relaksasi, perasaan tegang berubah menjadi kondisi santai, sehingga meningkatkan kesehatan….Lanjutkan Membaca “Teknik Relaksasi Dalam Olahraga”

pengendalian diri Atlet

Psikodemia.com – Atlet membutuhkan pengendalian diri yang baik dalam bertanding maupun latihan. Pengendalian diri Atlet digunakan untuk mengatasi kecemasan (anxiety), stres dan lain sebagainya yang dapat mengganggu performa Atlet. Dalam upaya pengendalian diri Atlet tersebut, ada beberapa strategi yang bisa dijadikan sebagai solusi, yaitu: Strategi Relaksasi. Strategi kognitif. Teknik-teknik peredaan ketegangan. Teknik mekanisme pertahanan diri. (1) Strategi Relaksasi sebagai strategi pengendalian diri Atlet Keadaan tidak bergelora tidak berarti merendahnya gairah untuk bermain, melainkan dapat diatur atau dikendalikan. Untuk dapat mencapai keadaan ini, ada dua prosedur yang…Lanjutkan Membaca “Strategi Pengendalian Diri Atlet dalam Olahraga”

sejarah perkembangan psikologi olahraga

Psikodemia.com – Banyak tulisan mengenai sejarah perkembangan psikologi olahraga menyepakati bahwa psikologi olahraga dimulai pada 1898. Awal sejarah perkembangan Psikologi Olahraga Tahun 1898, Norman Triplett, mahasiswa doktoral Clark University, melakukan penelitian terhadap atlet balap sepeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mengapa pembalap sepeda cenderung mengendarai lebih cepat saat bertanding kelompok daripada sendirian. Triplett menyimpulkan adanya pengaruh psikologis tertentu yang ia sebut sebagai faktor keberadaan orang lain atau presence of others.  Tahun 1899, penelitian E.W. Scripture dari Yale University melukiskan ciri-ciri kepribadian seseorang yang dipengaruhi oleh keterlibatannya…Lanjutkan Membaca “Sejarah Perkembangan Psikologi Olahraga: 1898 – 2018”

Kecemasan Dalam Psikologi Olahraga:

Psikodemia.com – Kecemasan Dalam Psikologi Olahraga: Kita semua tentu pernah merasa takut atau cemas dalam berbagai situasi. Takut dimarahi, takut tidak lulus, takut tidak puas, takut kalah, dan sebagainya. Demikian pula Atlet, mereka dapat merasakan kecemasan. Dalam menghadapi pertandingan, wajar saja kalau atlet menjadi tegang, bimbang, takut, cemas, terutama kalau menghadapi lawan yang lebih kuat atau seimbang. Ketakutan pada Atlet pada umumnya dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori (Cratty, 1973): Takut gagal dalam pertandingan. Takut akan akibat sosial atas mutu prestasi mereka. Takut kalau cedera atau…Lanjutkan Membaca “Kecemasan Dalam Psikologi Olahraga”

stres dalam psikologi olahraga

Psikodemia.com – Stres dalam Psikologi Olahraga: Stres adalah kondisi yang sering terjadi dalam kehidupan. Seperti halnya otot-otot kita yang mengalami ketegangan karena melakukan kegiatan fisik, maka kita pun dapat mengalami ketegangan psikis karena tegang pikiran dan cemas. Kurangnya situasi dan kondisi yang menimbulkan ketegangan, akan berakibat kita tidak dapat melakukan sesuatu dengan baik, demikian pula pada atlet. Stres dalam Psikologi Olahraga Stress yang timbul dalam pertandingan atau disebut competitive stress merupakan reaksi emosional yang negatif yang timbul bila merasa harga-dirinya merasa terancam. Hal seperti ini…Lanjutkan Membaca “Stres Dalam Psikologi Olahraga”

Mental Atlet Dalam Psikologi Olahraga

Psikodemia.com – Mental Atlet Dalam Psikologi Olahraga: Sejak lebih kurang setengah abad yang lalu, hubungan timbal balik antara raga (fisik) dan jiwa (mental) telah menjadi pembahasan para Ahli Psikologi. Orang dengan keadaan fisik yang kurang sehat, karena sedang sakit atau sesudah mengalami kecelakaan dan cidera, dapat merasakan pengaruh pada kejiwaannya. Pengaruhnya seperti kurang fokus pada masalah yang dihadapi, tidak tenang, kurang tangkas, dan lain sebagainya. Sebaliknya ketika jiwa mengalami gangguan, karena rasa susah, gelisah atau ragu-ragu menghadapi sesuatu, fisik manusia juga mendapatkan pengaruh. Pengaruh yang muncul…Lanjutkan Membaca “Mental Atlet Dalam Psikologi Olahraga”