Diperbarui Pada

Hubungan Antara Psikologi Lintas Budaya dengan Ilmu Lainnya

Kategori Psikologi Lintas Budaya
hubungan antara psikologi lintas budaya

Psikodemia.com – Apa hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan Ilmu Lainnya? Apakah Psikologi Lintas Budaya memiliki keterkaitan dengan beberapa disiplin ilmu lain?

Psikologi lintas budaya merupakan ilmu penengah antara ilmu-ilmu yang dilihat subjek kelompok seperti sosiologi, antropologi, ekonomi, dan lain-lain dengan ilmu yang dilihat subjek individu seperti psikologi umum, psikologi kepribadian, dan lain-lain.

Psikologi Lintas Budaya menyediakan wawasan tentang perilaku individu sebagai hal yang berhubungan dengan fenomena displin diluar bidang psikologi, dan melihat berfungsinya individu dan pemahaman terhadap variasi perilaku individu dalam kajian psikologi dalam populasi beragam budaya.

Disiplin-disiplin berkaitan PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA Psikologi Umum

Ekologi

Antropologi

Sosiologi

Ilmu linguistik

Biologi

Perkembangan

Perilaku sosial

Kepribadian

Kognisi

Persepsi

POPULASI INDIVIDU

Hubungan antara Psikologi lintas budaya dengan Ilmu antropologi

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia yang difokuskan hanya pada kebudayaannya, antropologi melihat atau memahami manusia sebagai makhluk berbudaya.

Antroplogi melihat bagaimana manusia dalam suatu masyarkat melahirkan suatu kebudayaan. Sedangkan psikologi lintas budaya melihat manusia secara psikologis namun dengan pertimbangan latar belakang kebudayaan.

Contoh : masyarakat dunia barat tidak banyak mempunyai upacara adat layaknya seperti masyarakat dunia timur, hal ini menimbulkan perbedaan secara psikologis antara masyarakat dunia barat dengan dunia timur. Masyarakat dunia timur masih tinggi tingkat kepercayaannya terhadap mitos dan leluhur mereka sedangkan masyarakat barat kurang percaya.

Hubungan antara Psikologi lintas budaya dengan Ilmu sosiologi

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kemasyarakatan menyangkut struktur sosial, gejala sosial, proses-proses sosial, dan interaksi sosial.

Sosiologi memandang manusia sebagai makhluk sosial, atau makhluk berkelompok. Dalam psikologi lintas budaya juga mempelajari psikologis kelompok dalam perbedaan atau keragaman budaya. Karena kalau berbicara budaya tidak hanya dipunyai oleh satu individu namun banyak individu-individu yang mempunyai budaya yang sama dan saling berinteraksi yang bergabung dalam kelompok.

Jadi, hubungan Psikologi lintas budaya dengan ilmu sosiologi adalah melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik yang berada dalam suatu kehidupan masyarakat.

Hubungan antara Psikologi lintas budaya dengan Ilmu klinis

Dalam memberikan jasa atau pelayanan seringkali profesi-profesi yang berhubungan dengan dunia medis juga menggunakan prinsip-prinsip ilmu psikologi lintas budaya dalam melakukan pendekatan terhadap klien.

Contoh: dikota-kota besar melahirkan dengan dokter atau bidan merupakan hal yang wajar, namun didesa-desa atau wilayah pedalaman terbiasa melahirkan dibantu dengan dukun anak yang tidak mempunyai pengetahuan memadai tentang hal kesehatan.

Psikologi lintas budaya diperlukan untuk melakukan pendekatan ke para masyarakat desa agar mau melahirkan di bidan.

Hubungan antara Psikologi lintas budaya dan Ilmu ekonomi

Ilmu ekonomi banyak dikaitkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan, upaya bertahan hidup, transaksi, serta hal-hal yang mengarah pada keuntungan secara materil. P

sikologi lintas budaya melihat pola pikir, tingkah laku masyarakat dunia dengan keragaman budayanya dalam melakukan aktivitas ekonomi.

Contoh: perilaku konsumtif masyarakat negara berkembang lebih tinggi dibanding masyarakat negara maju. Dalam hal ini ada faktor-faktor psikologis yang terkait seperti persepsi, motivasi, kognisi, dan lain-lain.

Perbedaan Psikologi Lintas Budaya dengan Bidang Psikologi Lain yang Serupa

Berikut ni adalan perbedaan Psikologi Lintas Budaya dengan Psikologi Indigenous dan Psikologi Budaya:

Psikologi Indigenous adalah kajian ilmiah mengenai perilaku dan mental manusia yang bersifat pribumi, tidak dibawa dari daerah lain, dan didesain untuk masyarakatnya sendiri (Kim & Berry, 1993).

Pendekatan ini mendukung pembahasan mengenai pengetahuan, keahlian, kepercayaan yang dimiliki seseorang serta mengkajinya dalam bingkai kontekstual yang ada.

Psikologi lintas budaya melihat perilaku individu dalam budaya yang berbeda untuk diketahui persamaan dan perbedaannya sehingga dapat menentukan batas-batas yang dapat menjadi pijakan teori psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang diperlukan agar menjadi universal, sedangkan indigenous psychology sebagai understanding people in context merupakan suatu terobosan baru dalam dunia psikologi karena mampu memahami manusia berdasarkan konteks kultural/budaya setempat. Hal ini juga sebagai bukti bahwa setiap perilaku manusia itu akan selalu dan pasti dipengaruhi oleh sistem nilai masyarakat setempat

Psikologi budaya adalah studi tentang cara tradisi budaya dan praktek sosial meregulasikan, mengekspresikan, mentransformasikan dan mengubah psike manusia. Psikologi Budaya mempelajari bagaimana kebudayaan yang ada mempengaruhi psike manusia, dan lebih melihat eksistensi budayanya satu persatu dan tidak membandingkan dengan budaya lainya. Sedangkan psikologi lintas budaya melihat pada eksistensi keragaman budaya, persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologis individu dari berbagai budaya yang berbeda.

Referensi :
  1. Matsumoto, D. (2000). Pengantar psikologi lintas budaya. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
  2. Berry, John W dkk. (1999). Psikologi Lintas Budaya Riset dan Aplikasi. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.