Diperbarui Pada

Hubungan Antara Motivasi dan Prestasi Atlet

Kategori Psikologi Olahraga
Hubungan Antara Motivasi dan Prestasi Atlet

Psikodemia.com – Hubungan Antara Motivasi dan Prestasi Atlet; Prestasi atlet merupakan hasil kolaborasi antara latihan dan motivasi.  Tanpa motivasi tidak akan ada prestasi yang muncul.

Motivasi merupakan proses aktualisasi sumber penggerak dan pendorong tingkah laku individu memenuhi kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan motivasi olahraga diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak (motif- motif) di dalam diri individu yang menimbulkan kegiatan berolahraga, menjamin kelangsungan latihan dan memberi arah pada kegiatan latihan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki (Gunarsa,1989).

Motivasi olahraga dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan eksrinsik.

  1. Motivasi intrinsik merupakan dorongan yang kuat dari dalam yang menyebabkan individu berpartisipasi. Atlet yang mempunyai motivasi intrinsik biasanya mempunyai kepribadian yang matang, jujur, sportif, tekun, percaya diri, disiplin dan tahan lama. Motivasi intrinsik inilah yang harus selalu ditumbuh kembangkan dalam diri atlet, sayangnya motivasi ini sulit dipelajari.
  2. Motivasi ekstrinsik merupakan dorongan berasal dari luar individu yang menyebabkan seseorang berpartisipasi dalam olahraga. Dorongan ini dapat berasal dari pelatih, teman, orang tua, guru, kelompok, bangsa, hadiah, bonus, uang, dsb. Dorongan semacam ini biasanya tidak bertahan lama.
Penelitian menunjukkan hubungan Antara Motivasi dan Prestasi Atlet: bahwa tingkat kecemasan yang rendah dan motivasi tinggi menghasilkan penampilan olahraga yang meningkat. Motivasi berbanding lurus dengan prestasi olahraga.

Dalam pertandingan ataupun latihan motivasi ini harus terjaga tetap tinggi agar hasilnya meningkat. Ada beberapa teknik untuk meningkatkan motivasi atlet, diantaranya:

  1. Teknik verbal berarti dalam memberi motivasi pada atlet dengan menggunakan tutur kata sebagai alatnya. Hal ini dapat dilakuklan melalui pembicaraan, diskusi, pendekatan individual.
  2. Teknik tingkah laku merupakan cara untuk memotivasi atlet melalui contoh atau keteladan dari pelatih dalam tingkahlaku sikap perbuatan agar dicontoh oleh atlet asuhnya, seperti keteladanan dalam disiplin, kejujuran, sportivitas.
  3. Teknik insentif dimaksudkan bahwa cara memotivasi atlet dengan adanya token berujud uang atau benda lain, namun dapat juga dalam bentuk hadiah.
  4. Teknik supertisi merupakan kepercayaan akan sesuatu yang secara logis atau ilmiah tidak diterima, namun dianggap membawa keberuntungan dalam pertandingan/latihan, misalnya dengan selalu memakai sepatu yang sering membawa kemenangan bagi atlet.
  5. Secara citra mental atau imagery dimaksudkan melatih atlet membuat gerakan- gerakan yang benar melalui imajinasi, setelah gerakan- gerakan dimatangkan dalam imajinasi kemudian benar-benar dilaksanakan untuk dievaluasi.
Referensi:
  1. Komarudin. 2015. Psikologi Olahraga. PT. Remaja Rosdakarya : Jakarta.
  2. Gunarsa, Singgih D. 2008. Psikologi Olahraga Prestasi. PT. BPK Gunung Mulia : Jakarta
  3. Stephen J. Banten. 1995. Olahraga Psikologi: Sebuah Panduan Self-Help.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.