Diperbarui Pada

Gangguan Tidur Tipe Dissomnia Pada Individu

Kategori Psikologi Abnormal
gangguan tidur tipe dissomnia

Psikodemia.com – Gangguan tidur adalah masalah tidur yang menyebabkan stress pribadi, mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, atau peran lain.

Diagnostic and statistical manual of mental disorder (DSM) mengelompokkan gangguan tidur dalam dua kategori utama, yaitu gangguan tidur tipe dissomnia dan gangguan tidur tipe parasomnia.

Gangguan tidur tipe dissomnia adalah gangguan tidur yang memiliki karakteristik terganggunya jumlah, kualitas, atau waktu tidur.

Dalam artikel kali ini, akan dibahas gangguan tidur tipe dissomnia, yaitu gangguan tidur yang memiliki karakteristik terganggunya jumlah, kualitas, atau waktu tidur. Ada lima tipe khusus dissomnia, yaitu :

Insomnia primer

Insomnia berarti tidak tidur. Insomnia yang abnormal adalah insomnia yang terus ada dan memiliki karakteristik kesulitan berulang untuk tidur atau untuk tetap tidur.

Insomnia berkaitan dengan masalah psikologis seperti depresi. Individu dengan insomnia primer memiliki kesulitan yang terus menerus untuk tertidur, tetap tidur dan kesulitan untuk mendapatkan tidur yang membuatnya merasa segar dan berenergi.

Insomnia primer menyebabkan rasa lelah berlebih di siang hari dan menimbulkan stress pribadi yang signifikan sehingga kesulitan menampilkan peran-peran sosial dalam kehidupannya.

Hypersomnia primer

Hypersomnia berarti tidur lebih dari normal. Hipersomnia primer merupakan rasa kantuk yang berlebihan sepanjang hari yang berlangsung sampai sebulan atau lebih.

Individu mengalami kesulitan untuk bangun setelah periode tidur yang panjang (8- 12 jam) sehingga mengakibatkan kesulitan untuk melakukan fungsi sehari-hari karena tidur.

Narkolepsi

Narkolepsi dalam Bahasa Yunani berari serangan tidak sadar. Individu dengan narkolepsi mengalami serangan tidur mendadak tanpa adanya pertanda dan terjadi pada waktu-waktu yang berbeda sepanjang hari.

Diagnosis diberikan ketika serangan tidur muncul setiap hari selama periode 3 bulan atau lebih yang dikombinasikan dengan kehadiran salah satu atau kedua kondisi berikut, (1) cataplexy (kehilangan kontrol otot secara mendadak); (2) gangguan tidur REM dalam tahap transisi antara sadar dan tidur.

Gangguan tidur yang berhubungan dengan pernafasan

Individu dengan gangguan ini mengalami gangguan untuk tidur secara berulang yang disebabkan oleh masalah pernafasan.

Tipe umum dari gangguan ini adalah obstructive sleep apnea, yang melibatkan episode berulang dari gangguan pernafasan menyeluruh atau sebagian selama tidur.

Individu dapat secara tidak sadar berhenti nafas selama 15 hingga 90 detik sebanyak 500 kali sepanjang malam. Gangguan ini dilaporkan membuat penderitanya mengalami kualitas hidup yang buruk karena tidak dapat tidur secara normal.

Gangguan irama tidur sirkadia

Irama sirkardia berkaitan dengan irama fungsi tubuh. Pada individu dengan gangguan ini irama tidur menjadi sangat terganggu karena ketidakcocokan antara tuntutan jadwal tidur dengan siklus internal tubuh, sehingga menyebabkan insomnia atau hypersomnia.

Ketidakcocokan yang terjadi secara terus menerus dapat menimbulkan stress pribadi yang signifikan dan hendaya dalam kemampuan individu dalam fungsi dan perannya.

Referensi: Nevid, Jeffrey S., Rathus, Spencer A., Greene, Beverly. 2003. Psikologi Abnormal. Jakarta: Erlangga.

Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.