Diperbarui Pada

Gangguan Seksual Paraphilia Dalam Ilmu Psikologi

Kategori Psikologi Abnormal
Gangguan Seksual Paraphilia

Psikodemia.com – Gangguan seksual paraphilia adalah gangguan seksual dimana seseorang mengalami dorongan seksual yang berulang dan fantasi yang melibatkan objek bukan manusia atau pasangan yang tidak tepat atau tanpa persetujuan, atau situasi yang menyakitkan atau merendahkan.

Paraphilia diambil dari akar Bahasa Yunani, yaitu para (pada sisi lain) dan philos (mencintai).

Individu dengan paraphilia menunjukkan keterangsangan seksual sebagai respon terhadap stimulus yang tidak biasa.

Ciri Gangguan Seksual Paraphilia

Ciri parafilia menurut DSM IV (diagnostic and statistical manual of mental disorder) adalah melibatkan dorongan atau fantasi seksual yang berulang dan kuat, yang bertahan selama 6 bulan atau lebih yang berpusat pada:

  • Objek bukan manusia seperti pakaian dalam, sepatu, kulit atau sutra.
  • Perasaan merendahkan atau menyakiti diri sendiri atau pasangannya.
  • Anak-anak atau orang lain yang tidak dapat atau tidak mapu memberikan persetujuan.

Berikut adalah tipe-tipe gangguan seksual paraphilia:

Eksibisionisme

Dorongan yang kuat dan berulang untuk mencapai kepuasan seksual dengan menunjukkan alat genitalnya di depan korban, yang biasanya wanita.

Mereka tidak memiliki ketertarikan untuk kontak seksual dengan korban sehingga seringkali dianggap tidak berbahaya.

Voyeurisme

Mengalami distress akibat munculnya dorongan seksual yang kuat dan terus menerus untuk mencapai kepuasan seksual dengan mengobservasi atau mengamati orang lain yang tidak dikenal ketika sedang telanjang, membuka pakaian, atau sedang melakukan aktivitas seksual dimana korban tidak menduganya. Individu dengan voyeurism biasanya tidak menginginkan aktivitas seksual dengan orang yang diobservasi.

Masokisme seksual

Dorongan yang kuat dan terus menerus disertai fantasi untuk mencapai kepuasaan seksual yang dihubungakan dengan perasaan dipermalukan, diikat, dicambuk atau dibuat menderita dan sakit dalam bentuk lainnya. Rata-rata individu dengan masokisme seksual tidak dapat mencapai kepuasaan jika tidak ada rasa sakit atau malu.

Fetishisme

Dorongan yang kuat dan berulang serta membangkitkan fantasi yang berkaitan dengan ketertarikan seksual pada objek bukan manusia atau bagian tubuh tertentu, seperti celana dalam, sepatu, bra, kulit, dsb).

Froterisme

Dornongan yang kuat dan persisten disertai fantasi untuk mencapai kepuasan seksual dengan tindakan menempelkan atau menggosok-gosokkan diri pada orang lain tanpa ijin. Froterisme biasanya terjadi pada tempat-tempat umum yang ramai. Tindakan yang sembunyi-sembunyi dan sesaat membuat korban terkadang tidak menyadari dirinya sebagai korban tindakan froterisme.

Sadisme seksual

Dorongan yang kuat dan berulang disertai fantasi untuk mencapai kepuasan seksual dihubungkan dengan menimbulkan penghinaan, penderitaan fisik atau rasa sakit pada orang lain

Fetishisme Transvestik

Dorongan yang kuat dan berulang disertai fantasi untuk mencapai kepuasan seksual yang dihubungkan dengan menggunakan atau memakai untuk dirinya sendiri pakaian dari lawan jenis

Pedofilia

Melibatkan dorongan yang kuat dan persisten disertai fantasi yang melibatkan ketertarikan seksual pada anak (biasanya usia 13 tahun atau lebih muda). Dapat dikatan sebagai pedofilia apabila ketertarikan seksual tersebut terjadi berulang dan terus menerus.

Paraphilia lainnya

Ada beberapa bentuk lain dari gangguan paraphilia, diantaranya nekrofilia (dorongan seksual dan fantasi dengan melibatkan kontak seksual dengan mayat), zoofilia (dorongan seksual dan fantasi yang melibatkan kontak seksual dengan binatang), dan lain lain. Prevalensi gangguan seksual parafilia lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Referensi: Nevid, Jeffrey S., Rathus, Spencer A., Greene, Beverly. 2003. Psikologi Abnormal. Jakarta: Erlangga.

Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.