Diperbarui Pada

Gangguan Makan Bulimia Nervosa Pada Psikologi Abnormal

Kategori Psikologi Abnormal
Gangguan Makan Bulimia Nervosa

Psikodemia.com – Gangguan makan terbagi menjadi dua tipe yaitu gangguan makan anoreksia nervosa dan gangguan makan bulimia nervosa.

Gangguan Makan Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa adalah suatu gangguan makan yang memiliki karakteristik makan berlebihan secara berulang yang diikuti oleh pembangkitan keinginan untuk memuntahkannya, serta diikuti oleh perhatian yang berlebihan terhadap berat badan dan bentuk tubuh.

Karakteristik diagnostik Gangguan Makan Bulimia Nervosa:

  1. Episode berulang dari makan berlebihan.
  2. Makan dalam jumlah yang sangat banyak dalam periode waktu 2 jam.
  3. Merasa kehilangan kontrol terhadap makanan yang masuk dalam tubuh pada saat episode tersebut.
  4. Ada perilaku kompensasi untuk menjaga berat badan agar tidak bertambah, yaitu dengan membangkitkan rasa ingin muntah, menyalahgunakan obat pencahar atau diuretic, dan olahraga serta puasa berlebihan.
  5. Rata-rata terjadi dua episode makan berlebihan dalam kurun waktu satu minggu dan diikuti perilaku kompensasi untuk menghindari penambahan berat badan selama minimal 3 bulan.
  6. Perhatian berlebihan yang terus menerus pada bentuk dan berat tubuh.

Prevalensi bulimia nervosa seringkali terjadi pada usia remaja akhir, ketika tekanan untuk menjaga bentuk tubuh dan ketidakpuasan akan bentuk tubuh mejadi perhatian penting.

Ada anggapan bahwa gangguan makan ini berkaitan dengan status sosial ekonomi seseorang, namun tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara status ekonim sosial dan gangguan makan. Karena gangguan makan dapat terjadi pada siapa saja.

Gangguan makan tipe bulimia nervosa ini berakibat pada beberapa komplikasi medis

Gangguan makan tipe bulimia nervosa ini berakibat pada beberapa komplikasi medis. Komplikasi tersebut karena muntah yang dilakukan terus menerus sehingga menimbulkan iritasi pada kulit mulut, masalah pada gigi, masalah gastrointestinal seperti sakit pada perut dan hiatan hernia.

Pada kasus-kasus ekstrem, pencahar yang konsumsi terus menerus dapat menyebabkan kekurangan mineral tubuh seperti potassium, membuat otot-otot tubuh melemah, fungsi jantung yang tidak normal yang berujung pada kematian mendadak. Gangguan makan ini dapat membahayakan diri sendiri apabila tidak segera ditangani.

Faktor penyebab gangguan makan baik bulimia nervosa maupun anoreksia nervosa belum dapat dijelaskan dengan pasti.

Penyebab gangguan makan ini melibatkan interaksi yang kompleks dari berbagai faktor. Namun, faktor yang signifikan mempengaruhi adalah tekanan sosial terhadap wanita untuk menjaga bentuk tubuh sehingga mereka mendasarkan rasa percaya diri dan penghargaan dirinya pada penampilan fisik, yaitu berat badan.

Referensi: Jeffry S. Nevid, Spenser A.Rathus, Beverly Greene. (2015). Psikologi Abnormal. Edisi ke 5. Penerbit : Airlangga.

Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.