Diperbarui Pada

Emosi Dalam Psikologi Dan Beberapa Bentuknya

Kategori Psikologi Umum
emosi dalam psikologi

Psikodemia.com – “Emosi” menjadi kata yang seringkali kita gunakan untuk mengungkapkan kondisi tidak nyaman, seperti sedih, marah atau kecewa.

Emosi menjadi suatu reaksi positif atau negatif atas apa yang kita alami, yang juga merupakan dampak kondisi dari dalam diri maupun dari luar diri.

Kondisi “emosi” menjadi hal yang wajar dialami oleh individu, dan menjadi kata yang lazim untuk mengungkapkan perasaan. Kemudian, apakah sebenernya emosi itu?

Kata “emosi” diturunkan dari kata bahasa Perancisémotion, dari émouvoir, ‘kegembiraan’ dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) ‘luar’ dan movere ‘bergerak’. Sehingga dapat diartikan bahwa emosi adalah “bergerak keluar”.

Yang “bergerak keluar” apabila dipandang dari kajian ilmu psikologi adalah kondisi kondisi budi rohani yang menampakkan diri dengan suatu perubahan yang jelas (William James, 1920).

Berbeda dengan James, menurut Chaplin (1989) dalam Dictionary of psychology, emosi adalah sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang lebih mendalam sifatnya dari perubahan perilaku.

Chaplin (1989) membedakan emosi dengan perasaan, parasaan (feelings) adalah pengalaman disadari yang diaktifkan baik oleh perangsang eksternal maupun oleh bermacam-macam keadaan jasmaniah. Emosi berasal dari kondisi yang lebih dalam dibandingkan pengalaman.

Lebih lanjut dikemukakan oleh Goleman (1995), bahwa emosi ialah setiap kegiatan atau pergolakan perasaan, pikiran, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap. Emosi merujuk kepada suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dari serangkaian kecenderungan individu untuk bertindak.

Dari beberapa pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa emosi adalah aspek penting dalam kehidupan manusia yang berkaitan dengan individu secara langsung melalui perubahan kondisi fisik maupun pemikiran.

Emosi dapat menjadi motivator perilaku bagi individu namun dapat juga mengganggu perilaku individu (Prawitasari,1995)

Berkaitan dengan aspek dalam diri dan luar diri yang melatarbelakangi emosi, emosi pada individu dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Emosi sensoris: Emosi sensoris yaitu emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar tubuh seperti dingin, panas, lapar, sakit.
  2. Emosi psikis: merupakan emosi yang memiliki alasan kejiwaan seperti perasaan intelektual yang berhubungan dengan perasaan benar atau perasaan terkait hubungan dengan orang lain baik secara perorangan maupun kelompok.

Selain itu, bentuk emosi tidak selalu negatif, namun juga tidak selalu positif. Berikut adalah macam-macam bentuk emosi dalam psikologi dari berbagai pakar,

Decrates membagi emosi dalam psikologi menjadi lima macam, yaitu:
  • Desire (hasrat)
  • Sorrow (sedih/duka)
  • Wonder (heran)
  • Love (cinta)
  • Joy (kegembiraan)
Watson membagi emosi dalam psikologi menjadi tiga macam, yaitu:
  • Fear (ketakutan)
  • Rage (kemarahan)
  • Love (cinta)
Daniel Goleman membagi beberapa macam emosi, yaitu:
  • amarah : benci, jengkel, beringas, mengamuk.
  • kesedihan : sedih, putus asa, muram, pedih, melankolis, mengasihi diri.
  • takut : was-was, gugup, cemas, khawatir, waspada, tidak tenang, ngeri.
  • kenikmatan : senang, riang, gembira, bahagia, bangga, terhibur, puas.
  • cinta : kemesraan, persahabatan, kebaikan hati, kepercayaan, bakti, rasa dekat.
  • terkejut : terkejut, terkesiap.
  • jengkel : muak, tidak suka, hina, jijik.
  • malu : malu hati, kesal.

Ada banyak bentuk emosi yang dapat kita lihat pada diri sendiri dan orang lain, karena pada dasarnya emosi adalah khas untuk setiap individu.

Referensi

  1. Ekman, P. (Inggris)“The Nature of Emotion”, Oxford, UK: Oxford University Press, 1994
  2. Walgito, Bimo. Pengantar Psikologi Umum. Penerbit Andi Yogyakarta, 2010
  3. Chaplin, J.P. Kamus Psikologi Lengkap . Raja Grafindo Persada jakarta, 2006
  4. Goleman, Daniel. Kecerdasan Emosi. Gramedia Pustaka Utama, 2002
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.