Diperbarui Pada

Asesmen dalam Psikologi Klinis

Kategori Psikologi Klinis, Psikologi Umum
Asesmen dalam Psikologi Klinis

Psikodemia.com – Asesmen adalah pengumpulan informasi yang digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Asesmen dalam psikologi klinis identik dengan asesmen untuk mengeksplorasi kepribadian klien untuk mendapat gambaran diri klien.

Asemen dalam psikologi klinis menjadi penting karena menjadi pintu pertama dalam menghadapi klien

Asesmen kepribadian tersebut adalah seperangkat proses yang digunakan untuk membentuk citra, membuat keputusan, mengecek hipotesa tentang pola karakteristik individu yang menentukan pola perilakunya dalam interaksi dengan lingkungan ( Sundberg dalam Phares. 1992).

Asemen menjadi penting dalam sebuah proses klinis karena menjadi pintu pertama dalam menghadapi klien, sehingga harus dilakukan dengan metode yang tepat untuk mendapatkan data yang akurat. Oleh karenanya, dalam asesmen memuat adanya prediksi, diagnosa, dan gambaran pola perilaku individu.

Asesmen sebagai kegiatan dalam proses pengumpulan data informasi dalam penanganan klinis, memiliki tiga macam fungsi, yaitu

1. Fungsi pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan dilakukan secara berkelanjutan yang terjadi pada setiap kontak dengan seorang klien. Sebagai contoh, pengambilan keputusan terkait dengan kemampuan dan kompetensi klinisi dalam menangani, apakah cukup ditangani sendiri atau harus dirujuk ke profesional lainnya.

2. Fungsi pembentukan gambaran

Pembentukan gambaran atau model kerja mengenai seseorang biasanya dilakukan untuk menemukan gambaran mengenai diri klien untuk diteruskan kepada orang lain dalam bentuk laporan. Gambaran tersebut mempengaruhi penilaian terhadap aspek pribadi klien. Gambaran kerja bersifat tentatif dan terbuka terhadap modifikasi dengan diperolehnya informasi-informasi baru.

3. Fungsi pengecekan hipotesis

Pengecekan hipotesis ini biasanya berlaku pada penelitian klinis. pengujian ini berkaitan dengan aktivitas konseptual yang sudah dilakukan sebelumnya. pengujian menjaga agar fungsi pengambilan keputusan dan pembentukan gambaran tetap berada di jalurnya dan mencegah keputusan yang irasional dan gambaran yang terdistorsi.

Referensi: Pengantar Psikologi Klinis. Suprapti Slamet-Sumarmo Markam. Penerbit Universitas Indonesia. 2003.

Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.