Diperbarui Pada

4 Komponen Asesmen Dalam Psikologi Klinis

Kategori Psikologi Klinis, Psikologi Umum
4 komponen asesmen dalam psikologi klinis

Terdapat 4 komponen asesmen dalam psikologi klinis yang saling berkaitan, yaitu:

Perencanaan dalam prosedur pengumpulan data

Perencanaan meliputi apa yang perlu diketahui dan bagaimana cara memperoleh jawabannya. Dalam perencanaan ini perlu dipertimbangkan tujuan dilakukannya asesmen agar prosedur yang direncanakan dapat tepat sasaran.

Tujuan asesmen adalah untuk melakukan klasifikasi(diagnosa medis), deskripsi variabel atau untuk prediksi.

Maka dari itu, dalam proses perencanaan haruslah sudah ditetapkan tujuan asesmen dari awal agar apa yang direncanakan dapat menjawab tujuan dari pengumpulan data yang dilakukan.

Pengumpulan data untuk asesmen

Proses pengumpulan data adalah realisasi dari apa yang sudah direncanakan.

Pemeriksaan dalam psikologi klinis untuk mengumpulkan data umumnya terdiri dari observasi, wawancara, dan tes psikologi yang disesuaikan dengan kebutuhan data.

Data yang perlu dikumpulkan sudah direncanakan dan terangkum pada proses pertama, yaitu proses perencanaan.

Pengolahan data dan pembentukan hipotesa

Bila data telah terkumpul, pemeriksa dapat memberikan makna atau interpretasi sesuai dengan tujuan asesmen (klasifikasi, deskripsi, atau prediksi).

Data yang sudah didapatkan dari hasil wawancara, observasi, maupun tes psikologi diubah menjadi suatu kesimpulan yang mencerminkan sampel tingkah laku individu.

Selain itu, hasil pengolahan data tersebut dapat juga berupa tanda akan adanya hal-hal lain yang melandasi tingkah laku individu tersebut.

Pengolahan data ini dilakukan untuk menarik kesimpulan, baik yang bersifat subjektif klinis maupun objektif statistik sesuai dengan alat pengumpulan data yang digunakan.

Mengkomunikasikan data asesmen baik dalam bentuk laporan tertulis maupun lisan

Dalam asesmen psikologi, hasil pengolahan data disampaikan kepada pihak yang berkepentingan dalam bentuk kesimpulan hasil, baik bentuk tulisan maupun bentuk lisan.

Bentuk komunikasi data ini biasa disebut sebagai hasil pemeriksaan psikologi, dimana hasil pemeriksaan psikologi haruslah jelas, relevan dengan tujuan pemeriksaan di awal, dan bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan dengan tetap berpegang pada kode etik penulisan dan penyampaian hasil asesmen

4 komponen asesmen dalam psikologi klinis tersebut adalah sebuah siklus yang harus dilakukan dalam suatu proses asesmen, yang merupakan proses awal dalam pemeriksaan psikologi.

4 komponen asesmen dalam psikologi klinis adalah sebuah siklus yang saling berkaitan.

Asesmen juga menjadi dasar bagi tindakan psikologis selanjutnya, yaitu intervensi. Hasil asesmen adalah landasan bagi seorang psikolog untuk membuat rancangan intervensi terhadap permasalahan klien.

Hasil asesmen yang detail, lengkap, dan akurat dapat membantu psikolog memahami benang merah utama permasalahan klien sehingga dapat dipilih metode yang tepat untuk tindakan penanganan selanjutnya.

Referensi:
  1. Pengantar Psikologi Klinis. Suprapti Slamet-Sumarmo Markam. Penerbit Universitas Indonesia. 2003.
Dengan semakin luas dan banyaknya penerapan ilmu psikologi, maka Psikodemia membantu menyediakan materi yang relevan dengan bidang keilmuan psikologi tersebut.